15 Warga ‘Dibebaskan’ dari Pasungan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

15 Warga ‘Dibebaskan’ dari Pasungan

15 Warga ‘Dibebaskan’ dari Pasungan
Foto 15 Warga ‘Dibebaskan’ dari Pasungan

* Untuk Dibawa ke RSJ

LHOKSUKON – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Aceh di Banda Aceh pada Senin (21/8), menjemput 15 warga yang selama ini dipasung karena mengalami gangguan jiwa di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara untuk diobati di Banda Aceh. Mereka adalah pasien RSJ yang sebelumnya sudah sembuh, tapi kemudian kambuh kembali.

Penjemputan pasien tersebut dipimpin langsung Direktur RSJ dr Amren Rahim, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara Makhrozal, serta dokter, dan petugas medis dari kedua instansi tersebut. Sebelum dibawa ke Banda Aceh dengan menggunakan ambulance, pasien tersebut disuntik bius dulu untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan.

“Ini keempat kalinya saya datang ke Aceh Utara dalam rangka menjemput pasien gangguan jiwa yang sedang dipasung. Saya datang bersama sejumlah dokter dan petugas. Ada dokter anatesis, pskiater, dokter umum, dan juga petugas pengamanan, serta mobil ambulance,” ujar Amren Rahim kepada Serambi, kemarin.

Disebutkan dia, hingga Senin kemarin pasien gangguan jiwa yang sedang dirawat di RSJ Aceh mencapai 314 orang dengan jumlah tempat tidur yang tersedia 354 bed. Artinya, masih sisa bed yang bisa digunakan untuk pasien asal Aceh Utara tersebut.

“Di Aceh Utara berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, ada 26 pasien gangguan jiwa yang masih dipasung,” sebut Direktur RSJ itu. “Namun, yang bisa dibawa ke Banda Aceh hanya 15 orang. Sedangkan sisanya 11 pasien yang masih terpasung, belum diizinkan oleh pihak keluarganya,” rincinya. “Intinya, berapa pun jumlahnya, kita tetap akan tampung dalam rangka mewujudkan program Pemerintah Aceh bebas pasung,” tukas dia.

Menurutnya, pasien yang mengalami gangguan jiwa itu masih bisa disembuhkan secara total, tapi dibutuhkan perhatian dari pihak keluarga ketika sudah sembuh dan dukungan dari semua masyarakat. Seperti di Johor dan di Jakarta, ada pasien yang sudah sembuh dan juga sudah bekerja seperti orang warga lainnya.

Lalu di Banda Aceh, juga ada pasien gangguan jiwa sekarang bekerja jadi pembuat kue, kemudian penyemir sepatu, dan ada juga sudah menjadi nelayan kembali. “Kita juga sedang mempersiapkan program pembekalan keterampilan kepada mereka setelah sembuh, seperti bertani, tukang las, dan keterampilannya lainnya, meskipun sekarang masih terbatas,” pungkas Armen didampingi Kepala Humas RSJ, Azizurrahman MM.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Utara, dr Makhrozal kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, tahun 2016 pasien gangguan jiwa mencapai 2.505 orang, tapi sekarang sudah berkurang jadi 2.444 orang. Dari jumlah itu, 1.152 orang atau hampir 50 persen sudah dikategorikan mandiri. “Sedangkan yang masih dipasung sampai hari ini sisanya 11 orang lagi, mereka sebelumnya juga pernah juga dibawa ke RSJ Aceh,” ujar Makhrozal.

Dijelaskannya, penyebab penderita gangguan jiwa di Aceh Utara, umumnya karena konflik berkepanjangan, lalu tsunami, dan juga pengaruh narkoba. “Tapi sekarang persentase terbesar penyebab gangguan jiwa di Aceh Utara itu karena pengaruh narkoba. Karena itu, perlu perhatian kita bersama untuk mengurangi angka tersebut,” terang dr Makhrozal.(jaf) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id