Kerugian Akibat Kebakaran Unimal Capai Rp 50 Miliar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kerugian Akibat Kebakaran Unimal Capai Rp 50 Miliar

Kerugian Akibat Kebakaran Unimal Capai Rp 50 Miliar
Foto Kerugian Akibat Kebakaran Unimal Capai Rp 50 Miliar

LHOKSUKON – Hasil pendataan sementara kerugian yang ditimbulkan akibat pembakaran Biro Rektor Unimal di Releut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara mencapai Rp 50 miliar. Selain nilai bangunan, juga hangusnya server dan penyimpan data digital, puluhan komputer, dan mobiler.

Seperti diketahui, Gedung Biro Rektor Unimal dibakar, Jumat (18/8) sekitar pukul 07.45 WIB oleh tersangka Safwandi (34), mantan honorer di lembaga pendidikan tersebut.

Seusai membakar biro rektor dengan cara menyiramkan bahan bakar jenis pertalite, Safwandi yang tercatat di KTP adalah warga Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe langsung menyerahkan diri ke Polres Lhokseumawe. Namun, saat diperiksa ia mengaku berasal dari Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Rektor Unimal, Prof Apridar sudah melaporkan kerusakan akibat pembakaran itu kepada Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan Wakil Ketua DPRA, Irwan Djohan. “Pak Rektor sudah bertemu dengan Wagub Aceh dan Wakil Ketua DPRA. Menurut Pak Rektor, kita ini terkena di jantung perkuliahan, karena sistem kita sampai saat ini belum bisa dipulihkan,” sebut Kepala Humas Unimal, Masriadi Sambo kepada Serambi, kemarin.

Wagub merespons cepat laporan Rektor Unimal dan berjanji akan meneruskan kepada Gubernur Irwandi Yusuf. Prinsipnya, Wagub Aceh dan Wakil Ketua DPRA Irwan Djohan berjanji membantu pemulihan dan berupaya secepatnya membantu server baru untuk Unimal,” kata Masriadi mengutip hasil pertemuan Rektor Unimal dengan Wagub Aceh dan Wakil Ketua DPRA.

Dijadwalkan, Senin (21/8) Rektor Unimal akan menemui Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof Mohammad Nasir untuk menyampaikan kondisi terkini Unimal. “Tentu kami berharap bisa dibantu oleh kementerian, untuk tahap awal mungkin bantuan tanggap darurat dulu. Secara lisan, Pak Menteri sudah menerima laporan melalui telepon dari Pak Rektor,” kata Masriadi.

Seluruh layanan administrasi akademik, kemahasiswaan, dan keuangan Unimal untuk sementara dipindahkan ke ruang bagian umum di depan gedung biro rektor yang dibakar tersebut. “Kami imbau bagi mahasiswa segera mengisi KRS sesuai jadwal yang telah ditentukan. Karena, kita berkomitmen tidak ada penundaan perkuliahan. Karena harus diisi secara manual, kami harap mahasiswa proaktif mengisi KRS itu,” imbau Masriadi.

Dekan Fisip Unimal, M Akmal menambahkan, alasan pelaku membakar Biro Rektor Unimal tak bisa dijustifikasi sebagai pembenaran atas sakit hatinya karena diberhentikan sebagai tenaga honorer.

“Dampaknya terlalu besar. Puluhan ribu mahasiswa tak bisa mengisi KRS online. Ini yang kena jantung dan hati sistem perkuliahan kampus. Ini kejahatan untuk menghancurkan dunia pendidikan. Sungguh tak bisa diterima akal sehat,” tandas Akmal menyiratkan keprihatinan mendalam.

Sementara itu Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib menilai dampak pembakaran Gedung Biro Rektor Unimal telah menyebabkan darurat pendidikan di Kabupaten Aceh Utara. “Dampak kasus itu terlalu besar. Misalnya, mahasiswa yang sekarang sedang libur harus kembali untuk mengisi kartu rencana studi (KRS) secara manual pada 24 Agustus 2017. Padahal, jika sistem server Unimal tidak ikut terbakar, mereka tak perlu kembali dan cukup mengisi KRS secara online,” kata Bupati Aceh Utara yang akrab disapa Cek Mad kepada Serambi, kemarin.

Menurut Cek Mad, Pemkab Aceh Utara siap membantu upaya pemulihan Unimal dan akan dikomunikasikan dengan unsur pimpinan lembaga pendidikan tersebut. “Saya sudah bicara dengan Rektor Unimal. Kami sungguh prihatin. Kita akan bantu apa yang memungkinkan dibantu sehingga perkuliahan bisa segera pulih,” ujar Cek Mad.(jaf) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id