Saat Salsa Tersenyum | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Saat Salsa Tersenyum

Saat Salsa Tersenyum
Foto Saat Salsa Tersenyum

SEULAS senyum terpancar dari wajah lucu Salsa Sabila (2,5), pasien di Ruang Bedah Wanita RSU Tgk Chik Ditiro Sigli, Jumat (18/8) petang.

Saat itu Salsa terlihat mengemut permen di dalam mulutnya yang mungil. Sesekali ia membuka kulkas setinggi 60 cm yang berisi penganan jajanannya.

Senyum Salsa mengartikan bahwa perkembangan bocah itu semakin membaik. Fungsi motorik Salsa sangat bagus dan cepat respons. Apalagi beberapa mainan dapat ia mainkan seperti lazimnya bocah seusianya. Ada dua boneka panda, satu pink dan satu kuning. Lalu di dalam kulkas tersedia sejumlah jajanan, susu kotak, milo kotak untuk Salsa.

Itulah, Salsa bocah ditengarai mendapat siksaan dari ayah tiri dan ibu kandung di Gampong Krueng Seukek, Kecamatan Tangse, Pidie telah genap 17 hari diopname. Terhitung 2 Agustus 2017.

Anehnya, hingga hari Jumat (18/8) petang tak ada satu pun keluarga Salsa yang menungguinya. “Ada datang sebentar, lalu pulang,” kata seorang perawat.

Entah bagaimana. Namun, Salsa seolah seperti merasakan hidup di surga. “Salsa bilang mau tinggal di rumah sakit saja. Ia tidak lagi mau pulang ke rumah,” timpal perawat lainnya.

Alhasil, perawat di ruang bedah itulah yang menjaga Salsa secara bergantian menurut shift kerja mereka.

Hari-hari Salsa terus ceria, seolah tak ada lagi tangis dan air mata yang sempat membuatkan terisak. Sehari-hari, setelah sembuh luka di tubuh dan kondisi tangannya yang patah mulai membaik, Salsa rajin bermain boneka di ruang perawat bedah. Terkadang ia dipinjami handphone untuk mendengar lagu Bergek kesukaannya.

Malah Salsa sekarang suka menulis, sehingga perawat membelikannya buku dan papan tulis kecil untuk dicorat-coret. “Lucu anak ini, sekarang suka nulis. Tulisan belum terarah masih corat-coret,” kata Wulan, seorang perawat.

Kalau saatnya mau tidur ia dininabobokan oleh perawat dan tidurnya di ayunan kain yang dipasang di pintu tengah. Tidurnya nyenyak dan kalau sudah bangun ia cuma mau digendong oleh perawat yang dilihatnya pertama.

Begitulah hari-hari Salsa tidur, mandi, dan makan bersama para perawat di sana yang cukup telaten merawatnya. “Kami merasakan Salsa sudah menjadi bagian kami di sini. Tidak merasa terbebani,” tutur perawat lainnya.

Setiap hari ada saja tamu yang datang mengunjungi Salsa. Bukan keluarga, tapi orang-orang yang bersimpati. Ada yang memberinya baju, pembalut bayi, dan makanan yang ia dibutuhkan. Itulah hari-hari Salsa di rumah sakit yang terkesan ia kian lucu.

Di tengah kontroversi apakah ia dianiaya atau memang jatuh dari sepeda motor, kini Salsa merasakan dunianya adalah boneka, susu, mainan, dan yang terpenting ada para perawat yang menyayanginya dan yang membuatnya tersenyum. Itulah senyuman Salsa…. (nurnihayati) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id