Pembantai Pengusaha Aceh Terancam Hukuman Mati | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembantai Pengusaha Aceh Terancam Hukuman Mati

Foto Pembantai Pengusaha Aceh Terancam Hukuman Mati

MEDAN – Tiga pembantai keluarga pengusaha asal Aceh, Mukhtar Yakub mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (22/3). Jaksa menyatakan ketiga terdakwa terancam hukuman mati karena melanggar sejumlah kejahatan berat.

Triyono alias Yoga, Rori dan Lanang untuk pertama kali dihadirkan ke persidangan atas tuduhan pembunuhan tiga orang sekaligus. Ketiganya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Mukhtar Yakub bersama istrinya, Nurhayati dan cucu mereka, M Syadiq Kaisan atau Dika (7). Ketiganya dihabisi dalam penyerbuan di rumah korban di Jalan Sei Padang, Medan pada 23 Oktober 2015.

Jaksa juga mendakwa ketiganya melakukan perampokan karena sejumlah barang berharga di rumah korban seperti perhiasan dalam jumlah besar beserta barang elektronik dicuri. Banyaknya pelanggaran ini membuat ketiga terdakwa terancam hukuman mati. “Primernya Pasal 340 junctho Pasal 55 Subsidair Pasal 339 KUHPidana. Maksimalnya hukuman mati,” kata JPU Mirza Erwinsyah.

Mirza menyatakan tidak ada otak kejahatan dalam kasus ini, karena ketiganya sama sama memiliki peran penting. Seusai persidangan, Mirza menjelaskan kasus ini disebabkan sakit hati ketiga terdakwa karena disuruh bekerja membersihkan halaman di saat hujan. Mereka pun kemudian berniat balas dendam dengan membunuh Mukhtar. “Cucu korban yang saat itu berada di rumah sempat melihat terdakwa membunuh. Makanya kemudian ikut dibunuh,” lanjut Mirza.

Persidangan perdana ini sendiri hanya berlangsung singkat, karena setelah pembacaan dakwaan, tim penuntut tidak bisa menghadirkan saksi. Majelis hakim yang diketuai Mahyuti akhirnya ditunda hingga pekan depan. “Kami sudah siapkan delapan saksi. Baik dari keluarga korban maupun terdakwa. Nanti kita hadirkan semuanya,” tandas Mirza

Di sisi lain, keluarga korban meyakini masih ada pelaku lain. Erika, putri Mukhtar Yakub sekaligus ibu M Syadiq Kaisan atau Dika (7) secara blak blakan menaruh curiga kepada adik perempuan ketiga terdakwa yang sudah mulai menjalani persidangan. “Adik pelaku bernama Natasya kalau bisa dihadirkan. Banyak kejanggalan yang tidak bisa dijawab pelaku,” kata Erika.

Kecurigaannya semakin kuat karena informasinya Natasya sudah tidak berada di Medan. Ia pun berharap nantinya ibu ketiga terdakwa dihadirkan dalam persidangan. “Feeling mengatakan lebih dari tiga orang. Siapa orang di balik ini,” ujarnya.

Ia membantah alasan terdakwa membunuh karena dipaksa bekerja saat hujan. Diluruskannya, kondisi saat itu hanya gerimis, tapi dua terdakwa memilih tidur dan duduk bersantai sambil main ponsel. “Kebetulan saat itu saya di rumah. Yang kerja Yoga dengan Rori. Sementara Lanang gak pernah ke rumah,” bebernya.

Erika yang didampingi suami dan kerabat lainnya juga tidak yakin motif pembunuhan itu hanya perampokan. Justru perampokan ini disebutnya sebuah bonus. Sebab berdasarkan BAP, ketiga terdakwa sudah sempat melakukan aksinya pada Senin. Namun, karena dirasa belum tepat, pembunuhan sadis itu baru terlaksana Jumat. “Ada selang beberapa hari. Artinya ini memang sudah direncanakan. Ini bukan perampokan. Ada hal yang lebih serius,” tandasnya.

Kasus ini menarik perhatian berbagai kelompok masyarakat karena selain banyaknya korban yang jatuh, semasa hidupnya, Muchtar Yakub dikenal sebagai pengusaha yang dermawan. Korban juga pernah menjabat Sekretaris Umum DPP Aceh Sepakat.(mad) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id