Honor Tenaga Kontrak Perlu Dinaikkan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Honor Tenaga Kontrak Perlu Dinaikkan

Honor Tenaga Kontrak Perlu Dinaikkan
Foto Honor Tenaga Kontrak Perlu Dinaikkan

* Rp 500 Ribu/Bulan Dinilai tak Rasional

BANDA ACEH – Ketua Komisi V Bidang Pendidikan DPRA, Mohd Al Fatah SAg mengatakan mulai tahun anggaran 2018, Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh perlu menaikkan honor para tenaga kontrak SMA/SMK se-Aceh itu menjadi Rp 1-1,5 juta per bulan.

“Apapun alasannya sangat tidak rasional dan tidak pantas kita membayar honor mereka yang bertugas di sekolah itu, baik sebagai petugas TU, penjaga pustaka, dan penjaga sekolah selama ini hanya Rp 500 ribu per bulan,” kata Mohd Al Fatah kepada Serambi, Jumat (18/8).

Seperti diketahui kini seluruh PNS dan tenaga kontrak SMA/SMK se-Aceh sudah menjadi kewenangan Pemprov Aceh menyusul sudah dilimpahkannya dari Pemkab/Pemko ke Pemprov. Hal ini sesuai UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Mohd Al Fatah menilai peran mereka dalam dunia pendidikan di Aceh sangat besar. Jadwal kerja mereka kadang juga sama seperti tenaga kontrak di jajaran Pemerintah Aceh pukul 08.30-17.45 WIB yang dibayar sesuai UMR Rp 2,5 juta/bulan.

“Kalau Pemerintah Aceh belum sanggup membayar honor mereka sesuai UMR sebagaimana gaji pekerja lepas di Aceh, hendaknya jangan Rp 500 ribu per bulan, minimal Rp 1 juta per bulan,” harapnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Pengurus Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) Aceh dalam siaran pers ditandatangani ketua dan sekretaris organisasi guru ini, Sayuthi Aulia dan Husniati Bantasyam kepada Serambi, Jumat (18/8).

Menurut KoBar GB Aceh, sesuai informasi mereka terima dari Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdik Aceh, Darmansyah, honor tenaga kependidikan non-PNS di SMA/SMK dan SLB se-Aceh rata-rata Rp 500 ribu/bulan. Karena itu, mereka meminta Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Wakilnya Nova Iriansyah bisa menaikkan honor mereka tersebut.

Selain itu, KoBar-GB Aceh juga meminta Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Laisani MSi tetap akan membayar sisa honor guru kontrak SLB se-Aceh yang sudah melebihi 32 jam per bulan dengan hitungan Rp 15 ribu perjam. Hal ini sesuai janji Laisani, seperti diberitakan Serambi beberapa hari lalu bahwa guru kontrak SLB se-Aceh yang jam mengajarnya lebih dari 32 jam dalam sebulan, kekurangan honor mereka tersebut akan dipertimbangkan untuk dibayar, sehingga akan diusul Disdik Aceh dalam RAPBA Perubahan 2017.

Ketua Komisi V Bidang Pendidikan DPRA, Mohd Al Fatah SAg menambahkan jika dalam pembahasan dokumen KUA dan PPAS Perubahan 2017 dan dokumen KUA dan PPAS 2018, anggaran yang diusul pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh masih kurang, mereka dari Komisi V DPRA akan mengusulkan penambahannya hingga cukup untuk pembayaran setahun ajaran dengan nilai sewajarnya dan berkeadilan. (her) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id