Pasokan Sabu untuk Aceh Dilansir di Tengah Laut | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pasokan Sabu untuk Aceh Dilansir di Tengah Laut

Pasokan Sabu untuk Aceh Dilansir di Tengah Laut
Foto Pasokan Sabu untuk Aceh Dilansir di Tengah Laut

KUALASIMPANG – Tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat yang menangkap lima warga Aceh Timur, Pidie, dan Aceh Utara yang membawa 40 kg sabu dengan dua mobil, disergap di Jalan Nasional Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Kota Pantonlabu, Aceh Utara, Jumat (18/8) malam, menggelar konferensi pers di Polsek Kejuruan Muda, Polres Aceh Tamiang, Minggu (20/8).

Dalam konferensi pers tersebut, Deputi Pemberantasan BNN Pusat, Irjen Arman Depari mengungkapkan modus yang dilakukan tersangka dalam melakukan aksi mereka.

Menurut Arman, penangkapan 40 kg sabu bersama lima tersangka pemasok merupakan rancangan operasi bersama, tidak hanya BNN. Rangkaian operasi dilakukan sejak Agustus dan sudah menangkap sejumlah bandar narkoba di Indonesia mulai dari 10 kg sabu, 17 kg, 100 kg, dan 400 kg.

“Semua barang terlarang itu berasal dari dari sindikat di Malaysia dan sudah kita tembak mati saat akan memasok sabu-sabu mulai dari jalur darat di Kalimantan. Dengan terungkapnya jaringan ini kita harapkan pasokan sabu-sabu ke Indonesia semakin berkurang,” ujarnya.

Kelima pelaku yang ditangkap tim BNN di kawasan Aceh Utara adalah Musriadi (51) dan Tajul Maulana, keduanya warga Desa Blang Geulumpang, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Zulfikar (40) warga Desa Lueng Dama Bambong, Kabupaten Pidie, Syaiful (39) warga Gampong Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, dan M Dahlan (48) warga Desa Rayeuk, Matangkuli, Aceh Utara.

Selain barang bukti sabu-sabu, BNN juga menyita dokumen, ATM, paspor ke luar masuk Malaysia, rekening untuk menampung uang kejahatan narkoba, dua unit mobil yaitu Nissan BK 1876 QU dan double cabin dalam kondisi rusak. “Semua harta pelaku yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba segera dibekukan, tujuannya agar tidak mampu lagi mereka melakukan aktivitas memasok narkoba,” ujarnya.

Salah satu jalur pasokan narkoba ke Aceh, menurut Arman Depari dalah melalui Selat Malaka. Pelaku menggunakan perahu menuju tengah laut Selat Malaka dan di sana sudah ditunggu dengan kapal lain asal Malaysia yang membawa sabu-sabu. Setelah menerima sabu dari kapal, mereka langsung balik ke Aceh dan masuk melalui melalui pelabuhan tikus di Idi, Aceh Timur.

Konferensi pars yang digelar di Aceh Timur, lanjut Arman dimaksudkan untuk mengingatkan petugas bahwa dalam pemberantasan narkoba harus terlibat semua pihak, bukan cuma tanggung jawab BNN, kepolisian maupun beacukai saja namun termasuk masyarakat. “Cukup banyak aset mereka para pelau narkoba, ada yang sedang membangun tiga rumah mewah dan dalam waktu dekat akan segera kita sita dan bekukan,” demikian Irjen Arman Depari.(md) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id