Seribu Idang Talam Catat Rekor Dunia | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Seribu Idang Talam Catat Rekor Dunia

Seribu Idang Talam Catat Rekor Dunia
Foto Seribu Idang Talam Catat Rekor Dunia

* Ajang Halal Food Festival

BANDA ACEH – Aceh kembali mencatatkan nama di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Setelah tari saman 10.001, kali ini Aceh mengukir rekor dunia dengan pembawa idang talam terbanyak di dunia yang berjumlah 1.074 orang.

Pemecahan rekor dunia itu merupakan rangkaian kegiatan Aceh Internasional Halal Food Festival 2017, yang berlangsung Minggu (20/8) di depan Taman Sari Banda Aceh. 1.074 idang talam itu dibawa kaum lelaki dari sembilan kecamatan yang ada di Banda Aceh. Talam yang merupakan hasil penggalangan warga itu berisi berbagai makanan khas Aceh yang kemudian dinikmati bersama oleh sekitar 4.000 warga yang hadir dalam acara tersebut.

Amatan Serambi kemarin, para lelaki pembawa talam itu sudah memadati halaman Balai Kota sejak pukul 09.00 WIB. Kemudian iring-iringan para lelaki itu mengusung talam menuju Jalan Teungku Abu Lam U. Setelah dibacakan keputusan rekor dunia oleh utusan MURI, ribuan pembawa idang bersama masyarakat pun menikmatinya.

Representatif MURI, Feisal Nadirahman kepada Serambi mengatakan, ada beberapa kategori pencatatan rekor di Indonesia, baik berskala nasional maupun internasional. Karena membawa idang dalam talam itu hanya ada di Aceh, maka MURI mengklaim sebagai rekor dunia.

“Ini budaya asli Indonesia. Sepertinya idang talam ini tidak ada di negara lain, maka kita klaim sebagai rekor dunia, biar tidak ada yang ambil.” ujar Feisal.

Kemarin Sertifikat rekor MURI itu diserahkan langsung Feisal Nadirahman kepada Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang didampingi Wali Kota Banda Aceh, AmiSeribu Idang Talam Catat Rekor Duniaah Usman, Wakil Wali Kota, Zainal Arifin, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Drs Reza Fahlevi, serta Pimpinan DPRK dan DPRA.

Wali Kota mengatakan rekor MURI untuk pembawa idang talam terbanyak merupakan sebuah karya besar. Sebab dampaknya langsungnya yakni memajukan ekonomi kerakyatan dan kegiatan ini sejalan dengan fokus Pemko Banda Aceh dalam mengembangkan sektor wisata terutama wisata islami.

Sementara pada sore kemarin, ratusan pengunjung memadati lokasi kenduri sate matang dan sie reuboh di Taman Sari (Taman Bustanussalatin) Banda Aceh. Penyelenggara menyediakan masing-masing sekitar seratusan porsi sate matang dan sie reuboh untuk dibagikan secara gratis kepada pengunjung.

Antrean panjang pun terjadi di depan kedua stan kuliner tersebut, bahkan ada ratusan pengunjung yang tidak kebagian. Sebab jumlah porsi yang disediakan terbatas, tidak sebanding dengan jumlah peminat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Drs Reza Fahlevi mengatakan, festival kuliner itu untuk melestarikan dan memperkenalkan makanan khas Aceh kepada dunia. Sebab, acara itu ikut dihadiri wisatawan luar daerah hingga luar negeri. “Cita rasa kuliner itu ikut mendongkrak kunjungan wisatawan. Biasanya setiap turis menghabiskan 30 persen uangnya untuk berburu kuliner,” ujar Reza. Ditambahkan, Aceh Internasional Halal Food Festival tidak hanya menyajikan makanan khas Aceh. Tapi juga ikut menawarkan makanan internasional seperti Malaysia, Thailand, Jepang, Italia, dan Turki.(mun) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id