Mahasiswa Beri Nilai ‘A Plus’ untuk Irwandi dan ‘E Minus’ untuk Nova, Kenapa? | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Mahasiswa Beri Nilai ‘A Plus’ untuk Irwandi dan ‘E Minus’ untuk Nova, Kenapa?

Mahasiswa Beri Nilai ‘A Plus’ untuk Irwandi dan ‘E Minus’ untuk Nova, Kenapa?
Foto Mahasiswa Beri Nilai ‘A Plus’ untuk Irwandi dan ‘E Minus’ untuk Nova, Kenapa?

URI.co.id, BANDA ACEH – Sekretaris Jenderal Komite Mahasiswa dan Rakyat Aceh untuk Demokrasi (Komrad), Febri Miraj menilai kemampuan komunikasi politik Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah masih lemah dan sering terjadi blunder.

Berbeda dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf yang setiap sikap dan komentarnya selalu diterima banyak pihak tanpa menimbulkan ketegangan.

Demikian disampaikan Febri kepada URI.co.id, Minggu (20/8/2017) menyikapi pernyataan Wagub Nova yang menyentil anggota DPRA pada acara Rakerda II PDIP Aceh, Sabtu (19/8/2017).

Dalam acara itu, Nova menyampaikan kekhawatirannya terhadap partai penguasa atau single majority di parlemen.“Karena sudah mulai ada gejala kita selalu dihempang di DPRA. Sudah mulai ada gejala, single majority itu digunakan untuk menghambat program-program yang sudah kita susun dengan baik,” kata Nova.

Baca: Wagub: Kita Selalu Dihempang di DPRA

Terkait pernyataan itu, Febri menilai komentar Nova tersebut bisa menimbulkan konflik antara eksekutif dan legislatif.

“Pernyataan Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah saat memberi sambutan pada Rakerda PDIP Aceh, Sabtu (19/8/2017) memicu keretakan antara Pemerintah Aceh dan DPRA, serta menimbulkan konflik antarpartai politik,” katanya.

Febri menyatakan, apabila diberi nilai kemampuan komunikasi politik Gubernur Irwandi mendapat A+ (A plus). “Itu bisa kita lihat, apapun komentar atau candaan Pak Irwandi di publik atau medsos selalu disambut positif dan bahkan jadi trend, seperti trend singklet kaki,” katanya memberi alasan.

Baca: Wagub Aceh Minta Maaf atas Pernyataannya di Rakerda PDIP

Sedangkan kemampuan komunikasi politik wakilnya, Nova Iriansyah, menurut Febri malah sebaliknya karena komentarnya blunder terus.

“Kami mahasiswa beri nilai E- (E minus) untuk kemampuan komunikasi politik Wagub. Kalau E- harus mengambil mata kuliah ulang,” ujar dia.

Karena itu, Febri meminta Gubernur Aceh untuk menegur Wagub Nova Iriansyah agar tidak lagi memberi pernyataan yang bisa menimbulkan keretakan antara eksekutif dan legislatif.

“Kalau tidak ditegur, nanti Pak Irwandi akan kewalahan kalau Pak Wagub begini terus. Dan saran kami Pak Nova harus sekolah komunikasi politik,” katanya.

Seharusnya, tambah dia, setelah Pilkada berlalu, Wagub Nova merangkul dan membangun komunikasi dengan seluruh elemen yang ada di Aceh seperti yang dilakukan Irwandi. “Saatnya Pak Nova berfikir memajukan Aceh sesuai visi misi ketika kampanye Pilkada lalu dan sejalan dengan ucapan dan kerja Pak Gubernur yang saat ini disambut sangat baik,” pungkasnya. (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id