Polda Periksa Proyek Rp 47 M | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polda Periksa Proyek Rp 47 M

Foto Polda Periksa Proyek Rp 47 M

* Pengadaan Alat Perangkat Hama Babi 2015

REDELONG – Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dit Reskrimsus Polda Aceh, mulai melakukan pemeriksaaan terhadap proyek bernilai Rp 47 miliar di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Bener Meriah, Selasa (22/3). Hal itu seiring adanya dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat perangkap hama tanaman kopi (atraktan) pada 2015.

Tim Tipikor Polda Aceh sebanyak lima orang tiba di Kantor Dishutbun Bener Meriah sekira pukul 10.00 WIB, menggunakan dua unit mobil. Setelah tiba, para petugas langsung masuk kantor untuk memeriksa sejumlah dokumen, terutama di ruang Kadisbunhut Ahmad Ready yang sedang tidak berada di tempat.

“Pak Kadis sedang bertugas ke Jakarta dan belum pulang,” kata seorang pegawai Disbunhut seusai tim Polda ke luar ruang kepada Serambi. Dilaporkan, proses pemeriksaan itu berlangsung secara tertutup, lantaran sejumlah wartawan yang ingin meliput kegiatan pemeriksaan tidak dibenarkan masuk.

Selama proses pemeriksaan yang berlangsung beberapa jam, terlihat beberapa pegawai masuk dan keluar ruangan kepala dinas sembari memboyong dokumen di tangan. Namun sepanjang proses pemeriksaan, situasi kantor terlihat lengang, karena tidak tampak aktivitas pegawai, seperti di beberapa kantor lain.

Hanya beberapa pegawai yang tampak sedang duduk, sembari bekerja di beberapa ruangan. Diduga, adanya pemeriksaan yang dilakukan tim Tipikor Polda Aceh, aktivitas pegawai menjadi sepi, atau memang sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kantor itu.

Sedangkan beberapa wartawan dari sejumlah media cetak dan online, telah menunggu di depan ruangan Kadisbunhut, untuk menanyai langsung proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Tipikor Polda Aceh. Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun Serambi, tim Polda Aceh akan kembali melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data sepekan ke depan.

Adapun program bantuan atraktan tahun anggaran tahun 2015 dengan nilai proyek sebesar 47 miliar, dilaksanakan oleh PT Jaya Perkasa Group. Anggaran tersebut, digunakan untuk membeli 7.500 kotak atraktan dengan dengan isi 60 unit perkotak

Alat perangkap hama kopi dibagikan kepada 621 kelompok tani yang ada di sembilan kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. Namun, paskapengadaan alat perangkap kopi yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2015 itu, menimbulkan persoalan lantaran diduga adanya indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan sejumlah oknum.

Sementara itu, setelah beberapa jam melakukan pemeriksaan dan pengumpulan dokumen di ruang kepala dinas, Tim penyidik Tipikor Polda Aceh, terlihat memboyong sejumlah bundelan dokumen. “Kami dari tim Tipikor Polda Aceh,” kata salah seorang tim penyidik yang ditanyai sejumlah wartawan ketika keluar dari Kantor Disbunhut Bener Meriah.

Meski dicecar sejumlah pertanyaan oleh para wartawan, namun tim penyidik Tipikor Polda Aceh, tak mau berkomentar, bahkan cenderung diam, sembari meletakan beberapa bundel dokumen ke dalam mobil. “Saat ini kami masih bekerja, jadi belum bisa memberikan keterangan,” jawab salah seorang anggota tim Polda Aceh singkat.(my) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id