Wagub: Kita Selalu Dihempang di DPRA | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Wagub: Kita Selalu Dihempang di DPRA

Wagub: Kita Selalu Dihempang di DPRA
Foto Wagub: Kita Selalu Dihempang di DPRA

* Partai Pendukung Diminta Raih Kursi di Pileg 2019

* Disampaikan dalam Rakerda PDIP

BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, berharap, semua partai pengusung dan pendukung Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah pada Pilkada lalu agar bisa meraih kursi maksimal di DPRA pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Sebab, apabila parlemen dikuasai oleh partai lain (lawan politik), Nova khawatir akan ada pihak-pihak yang menghambat program pemerintah ke depan.

“Karena sudah mulai ada gejala kita selalu dihempang di DPRA. Sudah mulai ada gejala, single majority itu digunakan untuk menghambat program-program yang sudah kita susun dengan baik,” kata Nova Iriansyah saat memberi sambutan pada acara pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (19/8).

Adapun partai-partai yang diharapkan bisa meraih kursi pada Pileg mendatang adalah Partai Nasional Aceh yang kini berubah nama jadi Partai Nanggroe Aceh (PNA), Partai Demokrat, Partai Damai Aceh yang kini jadi Partai Daerah Aceh (PDA), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP. “Kalau sempat tidak ada (kursi), alangkah jungkir baliknya kami menyelesaikan tugas di periode ini,” ujarnya.

Hal ini disampaikan karena Nova tidak ingin eksekutif dan legislatif berjalan sendiri-sendiri seperti yang terjadi periode lalu. Dia berharap partai pendukung dapat meraih kursi maksimal pada Pileg 2019. Kekhawatiran ini muncul karena partai pendukung Irwandi-Nova hanya mengantongi 13 dari 81 kursi di DPRA, yaitu Partai Demokrat (8), PNA (3), PKB (1), dan PDA (1). Sedangkan PDIP tidak memiliki kursi.

“Irwandi-Nova lima tahun ke depan, ini sudah berlalu dua bulan, masih ada 48 setengah bulan lagi, kita tidak bisa sendirian. Saya tidak mau basa basi misalnya Demokrat harus kursinya sebanyak-banyaknya, PKB, PDA, PDIP tidak usah. Saya tidak mau basa basi itu retorika, saya mau PDIP, PDA, PNA, PKB juga banyak kursinya,” kata Nova yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Aceh ini.

Nova mengatakan partai pendukung pemerintah saat ini belum bisa mengalahkan partai penguasa. Dia berharap, PNA, PDA dan PKB bisa menambah kursi dan PDIP juga bisa mengirim perwakilannya ke DPRA. Tentu dengan tidak mengurangi jatah Demokrat.

“Di DPRA merah harus dilawan dengan merah. Biru, kuning, biru muda, hijau belum cukup mampu, jadi kami butuh merah, merah yang lain (PDIP),” pungkasnya.

Ketua DPD PDIP Aceh, Karimun Usman, mengatakan, meskipun partainya tidak memiliki kursi di DPRA, tetapi pihaknya siap mendukung penuh pemerintahan Irwandi-Nova selama lima tahun ke depan. “Asal demi kepentingan rakyat,” katanya dalam sambutan pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD PDIP Aceh di Hotel The Pade, Aceh Besar, kemarin.

Agar dukungan tersebut maksimal, Karimun juga berupaya akan mengirimkan kadernya ke DPRA. Karena itu, dia mengajak putra putri terbaik Aceh bergabung dengan partai berlambang benteng untuk menjadi calon anggota DPRK, DPRA, dan DPR RI asal Aceh pada Pileg 2019. Pendaftaran itu terbuka untuk masyarakat umum.

Dia juga mengajak kader-kader partai lokal, terutama PNA dan PDA sebagai partai koalisi, yang ingin menjadi calon anggota DPR RI, agar mengirimkan kadernya lewat PDIP pada Pileg mendatang. “Kepada kader dan masyarakat umum yang punya kapasitas mari bersama ke rumah kebangsaan untuk Indonesia Raya,” katanya di hadapan peserta Rakerda.

Sementara, Ketua DPP PDIP, Sri Rahayu, yang membuka Rakerda tersebut mengajak semua kader partai untuk melakukan persiapan jelang menghadapi Pilkada 2018 yang berlangsung di tiga kabupaten/kota, yakni Aceh Selatan, Subulussalam, dan Pidie Jaya, serta persiapan mengikuti Pileg dan Pilpres tahun 2019.

“Karena ini merupakan proses pemilihan kepala daerah secara serentak pada 27 Juni 2018 sekaligus menyongsong Pileg serta Pilpres 2019, rapat kerja daerah ini harus menghasilkan rekomendasi yang strategis dalam rangka persiapan Pilkada serentak dan Pileg serta Pilpres,” kata Sri Rahayu.

Meskipun yang mengikuti Pilkada hanya tiga daerah, namun dia meminta semua kabupaten/kota lain di Aceh untuk juga membantu kader partai yang bertarung pada Pilkada 2018. “Kita tahu bagaimana situasi dan kondisi PDIP di Aceh, tetapi itu bukan halangan kita untuk membantu, karena sifat gotong royong menjadi idealisme kita yang memang harus kita jalankan,” ujarnya.(mas) (uri/leny/andraini/GC)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id