Pemkab Janji Bangun Irigasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pemkab Janji Bangun Irigasi

Pemkab Janji Bangun Irigasi
Foto Pemkab Janji Bangun Irigasi

* Saat Pertemuan dengan Warga

LHOKSUKON – Pemkab Aceh Utara berjanji akan membebaskan lahan untuk pembangunan irigasi dari Kecamatan Paya Bakong sampai ke Pirak Timu pada tahun 2018 dengan dana mencapai Rp 6 miliar. Panjang lahan yang harus dibebaskan dari Paya Bakong sampai ke Pirak Timu itu sejauh 12 kilometer dengan lebar 25 meter.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Aceh Utara, Fauzi Yusuf dalam pertemuan bersama warga Pirak Timu dan Paya Bakong di Dayah Ashhabul Yamin Buni, Desa Tumpok Mesjid, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Sabtu (19/8). Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Edi Anwar ST.

“Untuk menyahuti permintaan warga, tadi kita sudah mengadakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dari Paya Bakong dan Pirak Timu untuk membahas persoalan irigasi tersebut. Pembebasan lahan irigasi itu harus dilakukan sekaligus. Baru pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Utara dapat mengukurnya,” kata Fauzi.

Sedangkan dana yang tersedia sekarang, kata Wabup, tidak mencukupi untuk pembebasan secara keseluruhan. “Jadi, dalam pertemuan itu kita sampaikan kepada warga untuk bersabar. Insya Allah jika tak ada kendala, akan kita plotkan dana yang mencapai Rp 6 miliar untuk pembebasan lahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Aceh Utara, Edi Anwar kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, dana yang tersedia sekarang Rp 2,6 miliar tak akan digunakan dulu karena tak mencukupi. “Jadi, kekurangannya nanti akan diusulkan dalam APBK 2018 untuk pembebasan lahan. Semua persil lahan tersebut sudah diketahui pemiliknya, jadi kalau ada tinggal bayar saja,” kata Edi.

Disebutkan dua, kewenangan pembangunan irigasi tersebut adalah wewenang dari Pemerintah Pusat. Dengan luas areal sawah yang bisa dialiri dengan irigasi di Kecamatan Paya Bakong, Pirak Timu, dan sebagian Lhoksukon mencapai 4.777 hektare, maka Pemkab akan mengusulkan dana pembangunan irigasi itu ke APBN jika lahan sudah dibebaskan.

“Sebab, Pemerintah Pusat tidak bersedia membangun irigasi, jika lahannya belum dibebaskan. Sedangkan pembebasan lahan itu wewenang dari pemerintah daerah,” terang Kadis PUPR ini seraya menyebutkan jika dirinya bersama Wabup telah meninjau lokasi yang akan dibangun irigasi itu.

Sementara itu, pemuda Kecamatan Pirak Timu, Teuku Faisal Razi kepada Serambi, menungkapkan, warga sangat berharap pembebasan lahan itu tak tertunda lagi, karena sudah puluhan tahun petani di wilayah itu menggarap sawahnya dengan sistem tadah hujan. Akibatnya, selain cuma bisa setahun sekali bisa menggarap lahan, hasilnya juga tak maksimal, bahkan sangat rawan gagal panen. “Ada 2.000 hektare lebih areal sawah di kawasan Pirak Timu. Jika adanya irigasi, saya yakin hasilnya akan maksimal karena bisa digarap secara serentak. Jadi pendapatan warga akan bertambah ketika hasilnya maksimal,” ujar Faisal.

Warga Pirak Timu lain, Muhammad Yusuf juga menyebutkan hal serupa. “Kita berharap pemkab serius membangunan irigasi, karena mayoritas warga di kawasan ini bekerja sebagai petani. Selain itu, pengurusan irigasi juga sudah berlangsung cukup lama,” ucapnya. Ia berharap anggota DPRA Dapil IV serius mengawal dan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut.(jaf) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id