Kelompok Nelayan Krueng Aceh Didenda Rp 5 juta | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Kelompok Nelayan Krueng Aceh Didenda Rp 5 juta

Foto Kelompok Nelayan Krueng Aceh Didenda Rp 5 juta

* Hasil Sidang Lembaga Adat Laot

BANDA ACEH – Tujuh unit boat pukat katrol nelayan Lhok Krueng Aceh yang diduga telah melanggar adat laot yang ditangkap tim terpadu Senin (21/3) kini dikenakan sanksi adat laot yaitu, tidak boleh melaut satu minggu, hasil tangkapan disita, dan denda Rp 5 juta/boat.

Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi Ulee Lheue, Banda Aceh, Syafaat kepada Serambi Selasa (22/3) mengatakan, ke tujuh unit boat katrol dari Lhok Krueng Aceh itu pada Senin (21/3) ditangkap oleh petugas dari Lembaga Hukum Adat Laot Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh. Dalam penangkapan itu lembaga tersebut meminta dukungan dari Polairud Polda Aceh, Babinsar, dan unsur Polsek Ulee Lheue.

Dijelaskan Syafaat, penangkapan itu dilakukan karena ke tujuh boat katrol itu telah melanggar hukum adat laot, beroperasi di kawasan perairan bebas dari alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti menggunakan pukat, jaring, pengeboman, dan menggunakan potasium.

Sebelum ditangkap, kawasan perairan yang ‘terlindungi’ itu telah disosialisasikan kepada para nelayan. “Penangkapan itu dilakukan, karena sebelumnya telah disosialisasikan dan diperingatkan serta peneguran secara langsung setelah beberapa kali pelanggaran terjadi,” ujar Syafaat.

Menurut Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi Ulee Lheue itu, kawasan perairan yang menjadi pengawasan lembaganya itu adalah lebih kurang 2 mil dari bibir pantai. Dikawasan itu oleh lembaga adat laot telah dibuat rumah ikan (rumpon), terumbu karang buatan, demi kelangsungan dan ketersediaannya selalu ekosistem biota laut.

Masih menurut keterangan Panglima Laot Lhok Kuala Cangkoi Ulee Lheue, Syafaat, bahwa untuk mengadili pemilik boat yang diduga telah melanggar resam atau aturan laot itu, maka Selasa (22/3) digelar sidang hukum adat laot di Ulee Lheue.

Disebutkan, dalam sidang itu antara lain dihadiri oleh para nelayan, para Ketua Teupin dari Kecamatan Jaya Baru, Meuraxa dan Kecamatan Peukan Bada Aceh Besar, Keuchik dan Tuha Peut Ulee Lheue, Keuchik Lambung, Polairud Polda Aceh, Babinsar, serta unsur Muspika Kecamatan Meuraxa.

Sedangkan hasil sidang itu memutuskan, bahwa kelima boat itu tidak boleh melaut selama sepekan, dan hasil tangkapan disita, dan denda untuk masing-masing boat katrol itu Rp 5 juta.(mis) (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id