Diberhentikan dan Kembali Menjadi Petani, Ini Penghasilan Mantan Ketua KIP Abdya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Diberhentikan dan Kembali Menjadi Petani, Ini Penghasilan Mantan Ketua KIP Abdya

Diberhentikan dan Kembali Menjadi Petani, Ini Penghasilan Mantan Ketua KIP Abdya
Foto Diberhentikan dan Kembali Menjadi Petani, Ini Penghasilan Mantan Ketua KIP Abdya

URI.co.id, BLANGPIDIE – Sejak diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP-RI), karena terbukti masuk dalam tim pemenangan Ir Jufri Hasanuddin MM -Yusrizal Razali, mantan Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Barat (Abdya), Muhammad Jakfar kini ‘banting stir’ dan memilih menjadi seorang petani.

Bagi Jakfar, dunia pertanian tak asing lagi baginya, bahkan paska Aceh berdamai, Jakfar telah terjun ke dunia pertanian.

Saat itu, Jakfar memulai hobi yang telah ditinggalnya sejak 20 tahun silam itu, dengan menanam ratusan pohon durian dan kelapa sawit.

Baca: Komisi A Panggil Komisioner KIP Abdya

“Pertama kali itu, durian. Kalau buah naga ini, sejak tiga tahun lalu, saya berfikir ini adalah prospek yang menjanjikan,” ujar Mantan Ketua KIP Abdya, Muhammad Jakfar kepada URI.co.id, Sabtu (19/8/2017) di Desa Lhung Asan, Kecamatan Blangpidie.

Di atas lahan seluas 40×60 meter itu, kini Jakfar mendapat pundi-pundi penghasilan mencapai Rp 25 juta per bulannya dari buah yang berasal dari Negara Meksiko tersebut.

“Alhamdulillah, normalnya sehari bisa panen, 15 kilo hingga 30 kilo, atau jika diuangkan Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per hari,” kata Jakfar.

Kini buah naga miliknya itu telah memiliki puluhan langganan khusus, sehingga setiap kali panen, maka kebunnya itu akan didatangi para konsumen yang lebih dulu memesan.

Baca: KPU Berhentikan Ketua KIP Abdya

“Ada yang saya antar langsung, ada datang ke sini. Kalau datang ke sini, selalu saya lebihkan, dan saya sajikan jus naga seperti ini,” sebutnya.

Menurut Jakfar, permintaan buah naga di Abdya sangat tinggi, sehingga hasil panennya itu, hanya cukup untuk kebutuhan di seputaran Abdya.

Namun, Jakfar optimis setahun mendatang, buah naga miliknya itu akan menghasilkan mencapai satu hingga dua ton per bulan, selain mencukupi kebutuhan di Abdya, juga bisa di jual ke luar Abdya.

“Ada 250 tiang lagi (bibit) yang baru abang tanam, jika itu subur dan berbuah. Bek teukaboh bak Allah SWT, bisa dua ton sibuluen, (jangan takabur sama Allah, bisa dua ton sebulan),” katanya.

Saat memulai menjadi petani buah naga itu, Jakfar mengaku, banyak mendapat rintangan bahkan ejekan yang dialamatkan kepadanya.

“Dulu saya dibilang gila, apalagi saat itu saya baru dipecat. Namun, berkat kesabaran dan doa kawan-kawan, orang yang bilang saya gila dulu, malah mintak buah naga ini,” ungkapnya seraya mengatakan memulai sesuatu dengan fokus dan pantang menyerah. (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id