Biro Rektor Unimal Dibakar | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Biro Rektor Unimal Dibakar

Biro Rektor Unimal Dibakar
Foto Biro Rektor Unimal Dibakar

* Tersangka Menyerah ke Polisi

LHOKSUKON – Gedung Biro Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) yang berada di Reuluet, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, pada Jumat (18/8) sekitar pukul 07.45 WIB dibakar. Tersangkanya adalah Safwandi (34), mantan tenaga honorer di kampus itu yang kecewa karena kontraknya tak lagi dipepanjang.

Seusai membakar biro rektor menggunakan pertalite, Safwandi (34) yang tercatat di KTP sebagai warga Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe itu langsung menyerahkan diri ke Mapolres Lhokseumawe. Namun, saat diperiksa ia mengaku asalnya dari Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

Diperoleh informasi, kejadian tersebut diketahui pertama kali oleh petugas kebersihan Kampus Unimal. Ketika menyapu halaman kampus, tiba-tiba terihat olehnya seorang pria yang berlari kencang dari dalam biro. Tak lama kemudian, api pun menyala di Bagian Pusat Komputer (Puskom) Unsyiah. Ketika dicek, ternyata ruang server itu sudah terbakar.

Saat sedang memadakam api, petugas melihat api sudah mulai membesar. Asalnya dari Gedung Rektorat Unsyiah. Lalu satpam langsung memberitahukan untuk menghubungi mobil pemadam kebakaran.

“Saya tiba di kampus pukul 07.30 WIB. Hanya satu mobil pemadam kebakaran yang terlihat di situ. Mobil yang satu ini kembali mengisi air yang sempat kosong sekitar 20 menit,” ujar Ismadi, seorang dosen Unimal.

Amatan Serambi, api dengan cepat merambah ke semua ruang yang ada di Gedung Biro Rektora Unimal tersebut. Mulai dari ruang rapat, ruang rektor, sekretaris rektor, dan empat ruang pembantu rektor. Bagian lobi rumah besar itu juga terkena imbas. “Ruang akademik dan keuangan juga terkena dampak kebakaran tersebut,” kata Masriadi Sambo, Kepala Humas Unimal kemarin sore.

Menurut Masriadi, api baru berhasil dipadamkan dua jam kemudian setelah tiba mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Aceh Utara, Pemko Lhokseumawe, dan PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

“Saat masuk ke Mapolres Lhokseumawe, Safwandi berjumpa dengan seorang dosen. Ia sempat mengatakan bahwa dirinyalah yang sudah membakar gedung rektorat,” ujar seorang dosen Unimal kepada Serambi kemarin.

Pantauan Serambi, ruangan di lantai dua biro rektor itu ludes terbakar bersama isinya, termasuk perangkat video teleconference. Termasuk dokumen penting lainnya yang berada di ruangan rektor. Selain itu, ruang server di lantai satu juga ikut terbakar. Seusai kejadian itu polisi langsung ke lokasi setelah mengamankan tersangka.

Polisi juga telah menyita sepeda motor (sepmor) jenis Supra X 125 yang digunakan tersangka saat bergerak ke kampus untuk membakar gedung Biro Rektor Unimal itu.

Wakapolres Lhokseumawe, Kompol Isharyadi, didampingi Kabag Ops Kompol Ahzan, dan Kasat Reskrim AKP Budi Nasuha menyatakan, kasus pembakaran kampus ini bisa ditelsuri. Apalagi ada satpam yang sedang berjaga sempat melihat tersangka ke luar dari biro rektor.

Atas dasar itulah, tim Reskrim Polres Lhokseumawe langsung diarahkan ke rumah tersangka. Namun, saat itu tersangka tak berada di rumah. “Berdasarkan penyelidikan cepat, diketahuilah bahwa tersangka mengarah ke polres. Kemungkinan dia mau menyerah, sehingga sampai di polres dia langsung kita amankan untuk diperiksa,” ujar Kompol Isharyadi.

Untuk tindak lanjut kasus ini, pihaknya sudah memeriksa enam saksi. Termasuk empat satpam Unimal yang piket kala itu. Ada juga seorang pedagang minyak tempat tersangka beli pertalite dan juga pejabat Unimal selaku pelapor dalam kasus kebakaran ini .”Dalam dua hari ini juga akan datang tim Labfor Polri Sumatera Utara ke Unimal,” jelasnya.

Di samping itu, sebut Isharyadi, berdasarkan keterangan tersangka kepada penyidik, ia mengaku kecewa terhadap pihak Kampus Unimal. Ia juga mengancam seorang pejabat Unimal bahwa dia akan membakar kampus bila permintaan dia tidak dipenuhi. “Jadi, berdasarkan hal ini ada indikasi unsur perencanaan dari tersangka untuk membakar Kampus Unimal,” pungkas Isharyadi.

Sedangkan berdasarkan pengakuan tersangka, ada beberapa faktor yang membuat dia nekat membakar gedung tersebut, yakni karena beberapa lalu dia telah dipecat sebagai honorer, padahal dia sudah merasa lama mengabdi di kampus terseeut.

Persoalan lainnya, karena istri tersangka yang sudah berbakti di kampus itu tidak kunjung diangkat posisinya, minimal menjadi tenaga honorer.

Diungkap juga cara tersangka membakar kampus. Bahwa sekitar pukul 07.00 WIB Safwandi bergerak ke kampus dengan sepmor jenis Supra X 125. Setelah sepmor parkir di depan gedung rektorat, dia langsung masuk ke dalam dengan membawa sebotol pertalite dan korek api. Selanjutnya, ia pun naik ke lantai dua tanpa menimbulkan kecurigaan dari sejumlah orang yang ada di kampus tersebut, apalagi dia mantan petugas di situ.

Lalu tersangka masuk ke rumah. Pertalite yang ia bawa lalu ia siramkan ke meja rapat, selanjutnya ia menyulut api. Setelah itu dia pun melarikan diri. “Tak lama setelah itu saya pun ke polres untuk menyerahkan diri,” demikian Safwandi. (jaf/bah) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id