Layanan Akademik Berjalan Normal | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Layanan Akademik Berjalan Normal

  • Reporter:
  • Sabtu, Agustus 19, 2017
Layanan Akademik Berjalan Normal
Foto Layanan Akademik Berjalan Normal

* Dipindah ke Ruang Umum

LHOKSEUMAWE – Meski Gedung Biro Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) di Reuleut, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, dibakar Jumat (18/8) pagi, namun tidak sampai menganggu layanan akademik di kampus itu kemarin siang hingga sore. Apalagi hari ini, Sabtu (19/8), ruang layanan akademik dan kemahasiswaan yang ikut terbakar langsung dipindahkan ke ruang umum Unimal yang berada di depan gedung biro rektor.

“Meski kondisinya darurat dan tempat yang baru ini lebih sempit, namun layanan akademik dan kemahasiswaan harus tetap jalan, tak boleh stagnan,” kata Rektor Unimal, Prof Dr Apridar MSi menjawab Serambi via telepon selular kemarin sore.

Rektor mengingatkan, kalau hari ini atau Senin nanti dan seterusnya (sebelum gedung yang terbakar itu direhab) ada mahasiswa atau dosen yang memerlukan layanan akademik, langsung saja datang ke ruang bagian umum Unimal. Lokasinya di gedung biro rektor yang terbakar itu.

Kepada Serambi, Rektor Unimal juga menyatakan bahwa di tengah musibah kebakaran kemarin petugas berhasil menyelamatkan sebagian besar dokumen penting. “Ada ratusan lembar ijazah S1 dan S2 yang berhasil diselamatkan. Jika pun ada satu dua usulan ijazah yang basah akibat proses pemadaman air, toh masih tersedia 3.500 blangko ijazah. Blangko itu tidak terbakar karena tersimpan di dalam brankas,” terang Apridar.

Sistem online terganggu
Meski secara umum layanan akademik dan kemahasiswaan di kampus itu kemarin tidak terganggu, namun hangusnya gedung pusat administrasi itu berdampak juga pada acara pengenalan akademik mahasiswa baru (pamaba). “Ya, sedikit terkendala,” kata Kepala Humas Unimal, Masriadi Sambo kepada Serambi.

Kendala yang dimaksud Masriadi adalah pamaba itu awalnya direncanakan berlangsung beberapa hari. Namun, karena Unimal sedang musibah, kemungkinan jumlah harinya dipersingkat, tergantung juga pada kesiapan panitia. Tahun ini Unimal menerima mahasiswa baru sebanyak 3.333 orang.

Dampak lainnya yang dirasakan Unimal akibat kebakaran kemarin adalah rusaknya sistem digital kampus itu. Pasalnya, server internet terkena siraman air saat pemadaman api.

Selain itu, pengisian kartu rencana studi (KRS) yang seharusnya dilakukan secara online mulai tanggal 25 Agustus 2017, kini terpaksa dilakukan secara manual. “Tapi, jadwal pengisian KRS tidak berubah, tetap 25 Agustus 2017. Cuma sekarang dilakukan secara manual di fakultas masing-masing,” sebut Masriadi.

Untuk pemulihan sistem online di kampus itu, menurut Masriadi, dilakukan secara bertahap. “Tim memperbaiki jaringan online dan server internet ini di bawah Pusat Komputer Unimal. Terus dilakukan perbaikan secara bertahap. Soal data digital, semoga masih aman, karena di-backup per satu bulan sekali,” terangnya.

Ia tambahkan bahwa perkuliahan semester ganjil ini resmi dimulai pada 4 September 2017. “Kami pastikan perkuliahan tepat waktu dan tidak molor,” sebutnya.

Pihaknya juga berharap doa dan dukungan semua pihak untuk pemulihan Gedung Pusat Aadministrasi Unimal itu. “Kami juga sudah laporkan ke menteri musibah ini, semoga ada bantuan dari kementerian untuk pembangunan gedung pusat administrasi Unimal,” tambah Masriadi.

Bukan dipecat
Masriadi juga bicara tentang tersangka pelaku pembakaran kampus itu, yakni Safwandi yang, menurutnya, merupakan mantan tenaga kontrak di bagian umum dan perlengkapan Unimal. “Dia bukan dipecat. Tapi tidak diperpanjang kontraknya. Usulan tidak perpanjangan kontrak itu pada 23 Agustus 2016 dan telah dirapatkan oleh tim Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat) Unimal. Kesimpulannya, dia tidak disiplin dan akhirnya resmi tidak diperpanjang lagi kontraknya pada 3 Januari 2017,” tambahnya.

Terkait penyidikan yang dilakukan polisi, sambung Masriadi, Unimal sepenuhnya menghormati proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polres Lhokseumawe. (dik) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id