Ratusan Dokter Bahas Isu Seputar Penyakit Dalam | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ratusan Dokter Bahas Isu Seputar Penyakit Dalam

Ratusan Dokter Bahas Isu Seputar Penyakit Dalam
Foto Ratusan Dokter Bahas Isu Seputar Penyakit Dalam

BANDA ACEH – Ratusan dokter umum dan spesialis dari seluruh Aceh dipastikan hadir di Gedung AAC Dayan Dawood Banda Aceh untuk mengikuti simposium penyakit dalam, atau The 8th Aceh Internal Medicine Symposia (AIMS), 14-16 September 2017. Kegiatan itu diadakan bersamaan dengan Cardiometabolic Meeting pertama di Aceh.

Hal itu disampaikan Ketua Panitia AIMS ke-8, dr M Diah SpPD-KKV-FINASIM didampingi dr HM Riswan SpPD-KHOM-FINASIM, dr Abdullah SpPD-KGH-FINASIM, serta spesialis lainnya, Jumat (18/8) dalam silaturahmi di Kantor Serambi Indonesia. Rombongan disambut Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar didampingi Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, dan Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali.

Dalam pertemuan itu, dr M Diah mengatakan, AIMS merupakan kegiatan tahunan dokter di Aceh yang berfungsi sebagai ajang berbagi informasi seputar perkembangan ilmu kedokteran. Tahun ini, katanya, isu yang dibahas di antaranya penyumbatan pembuluh darah (trombosis) yang berkaitan erat dengan serangan jantung, diabetes melitus (DM), hingga gagal ginjal.

“Para peserta merupakan dokter umum dan spesialis di Aceh dan luar Aceh, yang akan di-update ilmu kedokterannya,” kata M Diah, dan menyebut simposium diisi oleh pemateri nasional. Menurutnya selain meningkatkan wawasan para dokter, kegiatan ilmiah tersebut juga sangat berguna sebagai syarat mengurus surat tanda regristasi (STR) dokter dan spesialis.

Karenanya Diah menganjurkan agar para dokter dari daerah untuk mengikuti simposium dan workshop tersebut. Sebab pada kegiatan isu akan dibahas semua isu terbaru tentang penyakit dalam yang terbagi atas 11 divisi.

Hal senada juga dikatakan dr HM Riswan SpPD-KHOM-FINASIM. Menurutnya, hal terpenting dalam kegiatan itu yakni melatih deteksi dini terhadap suatu penyakit. Dia mencontohkan, jika kanker usus mampu dideteksi lebih awal, maka angka harapan hidup pasien di atas lima tahun mencapai 90 persen.

“Tapi kalau dibiarkan hingga stadium lanjut, maka harapan hidup pasien di bawah lima persen,” ujarnya. Riswan menegaskan, para dokter di Aceh saat ini memiliki skill mumpuni untuk menangani kasus kronik seperti penyakit jantung, gondok, DM, kanker, hingga cangkok ginjal.(fit) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id