RSU Tolak Rekomendasi Kejiwaan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

RSU Tolak Rekomendasi Kejiwaan

RSU Tolak Rekomendasi Kejiwaan
Foto RSU Tolak Rekomendasi Kejiwaan

* Untuk Pecandu Narkoba

KUALASIMPANG – Rumah Sakit Umum (RSU) Aceh Tamiang enggan mengeluarkan surat rekomendasi untuk merehabilitasi seorang pecandu narkoba yang hendak diberangkatkan ke Batam.Sikap rumah sakit milik pemerintah tersebut mendapat protes dari keluarga korban.

Muhammad Hanafiah yang juga paman korban mengatakan kepada Serambi, Jumat (18/8), keponakannya Hanifa sejak tiga tahun lalu terjerumus mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Sebulan lalu oleh keluarga didaftarkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Aceh Tamiang untuk proses rehabilitasi.

Beruntung, BNNK mengabarkan bahwa Hanifa bisa direhabilitasi di Batam. Direncanakan berangkat pada 22 Agustus 2017. Semua persyaratan administrasi yang dibutuhkan sudah disiapkan BNNK Aceh Tamiang. “Tinggal hanya surat rekomendasi dari RSU Aceh Tamiang,” ujarnya.

Lalu, berbekal surat rujukan dari Puskesmas, keponakannya yang didampingi staf BNNK Aceh Tamiang pergi ke RSU untuk meminta selembar surat rekomendasi. Namun saat sampai di loket pendaftaran dan berkomunikasi dengan petugas jaga RSU Tamiang, akhirnya diberitahukan bahwa dokter spesialis jiwa bernama Nurul tidak mau mengeluarkan surat rekomendasi karena tidak ada MoU antara BNNK Aceh Tamiang dengan RSU Tamiang. “Padahal, keponakan saya itu butuh segera surat, karena 22 Agustus ini harus sudah berangkat ke Batam,” ujarnya.

Kepala BNNK Aceh Tamiang AKBP Rinaldi menyesalkan sikap RSU Tamiang. “Kita hanya minta surat kejiwaan, sementara tes kita bayar. Orang mau direhab saja susah mau, kok kita persulit lagi, “ ujarnya. Rinaldi mengakui memang belum ada MoU dengan rumah sakit itu. Namun, kata dia, kesepakatan itu bisa dibuat belakangan. Yang penting si korban bisa berangkat terlebih dahulu. “Masalahnya kita mengejar waktu. Untuk dapat antrean kosong di tempat rehabilitasi di Batam, itu sulit sekali,” tandas mantan Kapolsek Kejuruan Muda ini.

Menurut Rinaldi, saat ini ada 13 warga yang kecanduan barang haram narkoba dan sudah melapor ke BNNK Aceh Tamiang. Mereka juga minta direhabilitasi karena sudah lama kecanduan narkoba. Ke-13 orang itu semuanya sudah dewasa, tiga diantaranya sudah direhab di Sumatera Utara. Satu orang lagi akan direhab ke Batam. Sedangkan sisanya sedang dalam proses antrean untuk rehabilitasi dan persiapan administrasi.

Belum Ada MoU
Direktur RSU Aceh Tamiang, Ibnu Azis SKM mengatakan, pihaknya sudah menanyakan langsung kepada dokter spesialis jiwa Nurul. Menurut Ibnu Azis, sebelum membawa pasien rehab narkoba ke dokter jiwa, harus ada konsultasi terlebih dahulu ke psikiater, baru kemudian dilapor ke dokter spesialis jiwa. “Oleh dokter jiwa ini melihat tingkat ketegantungan obat si pasien yang akan direhab, seberapa parah ketergantungan obatnya. Apabila dari perawatan konsultasi nggak mungkin dibawa ke lokasi yang jauh dan ketergantungan obatnya hanya tingkat ringan, bisa saja diputuskan di rawat di RSU Aceh Tamiang,” kata Ibnu Azis.

Selain itu, dokter Nurul juga tidak berani mengambil risiko karena belum ada MoU antara RSU Aceh Tamiang dengan pihak BNNK Aceh Tamiang. “Kalau ada MoU baru kita laksanakan, sesuai alur proses terhadap pasien yang perlu direhab,” ujarnya. Dijelaskan Ibnu Azis, pihaknya sudah menyampaikan kepada BNNK Tamiang dan sudah bersepakat bahwa dalam waktu dekat akan ditandatangani MoU.(md) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id