Jaksa Usut Proyek Transmigrasi Nagan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Jaksa Usut Proyek Transmigrasi Nagan

Jaksa Usut Proyek Transmigrasi Nagan
Foto Jaksa Usut Proyek Transmigrasi Nagan

SUKA MAKMUE – Kejaksaan Negeri Nagan Raya mengusut kasus dugaan korupsi dalam proyek pembangunan 50 unit rumah bantuan transmigrasi dan fasilitas umum pendukung lainnya di kawasan Ketubong Tunong, Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Nagan Raya Sri Kuncoro SH melalui Kasi Pidsus Mukhsin SH kepada Serambi, Kamis (17/8) di Suka Makmue mengatakan pengusutan terhadap kasus ini dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya dugaan penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Dalam kasus ini ditemukan pelaksanaan proyek belum tuntas dikerjakan pada tahun 2015, sampai masa pemeliharaan dan kontrak berakhir pun proyek tersebut tidak kunjung diselesaikan sesuai dengan spesifikasi dan volume yang tercantum dalam kontrak. Namun anggaran negara untuk proyek tersebut telah dicairkan 100 persen,” tegas Mukhsin didampingi Kasi Datun Teuku Hendra Mukhsin.

Proyek ini bersumber dari dana APBN tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp 3.320.693.000 dan dikerjakan PT Ramai Jaya Purna Sejati melalui pos anggaran APBN tugas pembantuan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nagan Raya.

Sedangkan jumlah lahan yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima bantuan rumah transmigrasi tersebut seluas 50 hektare. “Sebagian lahan yang diperuntukkan dalam proyek tersebut juga terindikasi dan tidak tuntas dikerjakan,” tegas Mukhsin.

Periksa 12 Saksi
Kasi Pidsus Mukhsin juga menambahkan dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa 12 saksi yang terdiri atas seluruh tim PHO, direktur perusahaan, pejabat pengelola keuangan, konsultan pengawas serta sejumlah pihak lainnya yang diduga terkait dalam proyek ini. “Sejauh ini kita belum menetapkan siapa tersangkanya, namun pengusutan terus dilakukan,” tegasnya.

Ia menjelaskan kasus ini mulai diselidiki pada awal Agustus 2017. Pihaknya juga sudah mengumpulkan sejumlah data dan dokumen sebagai bukti. “Kita masih menyelidiki, sejumlah pihak masih akan kita periksa untuk dimintai keterangan,” ujar.(edi) (uri/homas/ebriani/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id