Pasangan Muda Dominasi Perceraian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pasangan Muda Dominasi Perceraian

Pasangan Muda Dominasi Perceraian
Foto Pasangan Muda Dominasi Perceraian

* 70 Persen dari Seluruh Kasus di Bener Meriah

REDELONG – Angka perceraian di Kabupaten Bener Meriah yang terbilang tinggi didominasi pasangan muda, sebagian hanya bertahan seumur jagung. Dari sekitar 300 kasus yang ditangani Mahkamah Syariah Redelong, Bener Meriah tahun lalu, 70 persen atau sekitar 210 kasus perceraian yang didominasi pasangan yang masih berusia muda, bahkan di bawah umur.

Humas Mahkamah Syariah Redelong, Fauzi SAg, kepada Serambi, Jumat (18/8) menjelaskan negeri penghasil kopi Arabika ini terus menangani kasus perceraian hampir setiap hari. Dikatakan, sebagian besar didatangi pasangan berusia muda untuk mengajukan cerai, karena berbagai alasan dari kedua belah pihak.

“Kasus perceraian terus meningkat setiap tahun yang didominasi pasangan yang masih berusia muda,” ujarnya. Dia menjelaskan dari 300 kasus lebih yang ditangani 2016, 70 persen didominasi kasus perceratan dan sebagian besar masih berusia muda dengan alasan kurang harmonisnya hubungan keluarga mereka.

“Sebenarnya, tingkat usia mereka karena sepertinya belum siap membangun bahtera rumah tangga,” jelasnya. Dia mencontohkan, ada satu pasangan muda yang baru menikah kurang dari satu tahun, sudah mengajukan perceraian. “Ada juga yang baru menikah sekitar enam bulan, sudah mita cerai dan hal itu sering kita jumpai dari pasangan muda,” tandasnya.

Sedangkan Kasubbag TU Kemenag Bener Meriah, Drs H Sahirman, yang dihubungi terpisah pada Jumat (18/8) menyampaikan bahwa pernikahan usia dini masih bisa dilakukan, sesuai UU No 1 Tahun 1974 tentang pernikahan. Disebutkan, masyarakat yang ingin menikah masih bisa diberikan izin, asal Mahkamah Syariah memberikan restu untuk keabsahan pernikahan.

“Dalam undang-undang jelas disebutkan, bahwa bagi yang belum sampai umur, maka untuk menikah masih diberikan kelonggaran, asalkan mendapatkan izin, kalau disini diberikan oleh Mahkamah Sayariah,” kata Sahirman. Dia menjelaskan Bener Meriah yang masuk kawasan perceraian tertinggi di Aceh tidak terlepas dari pernikahan dini.

Dia menjelaskan pasangan muda umumnya masih labil dalam membina rumah tangga, selain faktor ekonomi. “Tingginya perceraian di Bener Meriah yang didominasi pasangan muda, akibat masih labil karena belum matang menjalani hidup, faktor ekonomi dan juga pemahaman tentang keagamaan mungkin relatif rendah,” tambahnya.

Dia berharap kursus pranikah diberikan kepada pasangan yang ingin menikah, sehingga akan memahami pentingnya keharmonisan dalam rumah tangga. “Tahun-tahun sebelumnya, kita sering melaksanakan kursus pranikah, terutama bagi pasangan muda yang ingin menikah, tetapi tahun tidak dilaksanakan, karena kekurangan biaya,” sebutnya.

Dia meminta Pemkab Bener Meriah memberi dukungan anggaran untuk kursus pranikah, sehingga kasus perceraian dapat diturunkan secara bertahap. “Jika pemkab turut andil dalam hal ini, maka bisa dipastikan dapat menurunkan tingkat perceraian, seperti sosialisasi tingkat pelajar dan kursus pranikah,” harapnya.

Pernikahan Dini
Dilansir sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah akan terus berupaya mencegah pernikahan usia dini yang masih marak di daerah penghasil kopi itu. Sosialisasi dalam berbagai bentuk mulai digencarkan, seperti dalam rakor yang digelar di gedung serbaguna Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bener Meriah, Rabu (28/12/2016).

Rakor yang digelar oleh Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4) Bener Meriah membahas tentang upaya menekan angka perceraian, salah satunya pernikahan usia dini. Ketua BP4 Bener Meriah, Drs H Hamdani menjelaskan kegiatan diikuti pengurus BP4 kabupaten dan kecamatan, serta instansi terkait, seperti Dinas Syariat Islam dan Majelis Adat Gayo.

“Kegiatan ini membahas upaya menekan angka perceraian di wilayah Kabupaten Bener Meriah yang masih tinggi,” kata H Hamdani. Disebutkan, upaya menekan angka perceraian dan mediasi telah digencarkan dalam setahun terakhir ini, seperti meningkatkan mutu perkawinan yang dilaksanakan oleh Baitul Mal Bener Meriah.

Sementara itu, Plt Bupati Bener Meriah, Hasanuddin Darjo saat memberi kata sambutan menyatakan pemerintah akan terus berupaya meningkatkan status pernikahan, sehingga menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah. Dia berharap, para peserta yang mewakili seluruh lapisan masyarakat dapat ikut mensosialisasikan tentang pentingnya menjaga sebuah perkawinan.(c51)

kasus perceraian
* Pasangan muda mendominasi
* Kurang harmonis
* Faktor ekonomi
* Sikap masih labil
* Pengetahuan agama minim (uri/omario/alah/RF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id