Belasan Desa dalam Pengawasan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Belasan Desa dalam Pengawasan

Belasan Desa dalam Pengawasan
Foto Belasan Desa dalam Pengawasan

* Terkait Penggunaan Dana Desa

BIREUEN – Belasan desa yang tersebar di sejumlah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bireuen berada di bawah pengawasan inspektorat. Fokus pemantauan terarah kepada pengelolaan dana desa yang ditemukan masih banyak kesalahan administrasi maupun pelanggaran lainnya.

Kepala Inspektorat Bireuen, Hamdani SH MHum mengatakan, hasil temuan lapangan, masih banyak ditemukan kesalahan administrasi dan pelanggaran penggunaan bantuan desa. “Ada belasan desa yang saat ini sedang dipantau terus menyangkut pengelolaan bantuan desa, selain laporan masyarakat, juga temuan tim,” ujar kepada Serambi, kemarin.

Dia menegaskan, pengelolaan dana desa bakal mendapat pengawasan ketat dari banyak pihak, baik oleh institusi resmi seperti pihak kecamatan, inspektorat, hingga aparatur hukum polisi, jaksa, serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga akan diawasi oleh masyarakat itu sendiri. Mereka semua memiliki peran melakukan pengawasan bantuan desa yang dikucurkan pemerintah.

“Jadi, setiap bantuan pemerintah yang diterima oleh siapa saja, termasuk kepala desa, itu diawasi ketat apakah penggunaannya sudah sesuai rencana kerja hasil musyaswarah desa atau terjadi penyelewengan,” tukas Hamdani.

Oleh sebab itu, ia menekankan, kepala desa serta perangkatnya untuk tidak bermain-main dengan pengelolaan bantuan desa, karena memiliki keharusan membuat laporan sebenarnya dan tim akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

Jika hasil inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan ditemukan sejumlah pelanggaran, lanjutnya, maka inspektorat akan mengambil tindakan. Kejadian seperti itu, sebutnya, sudah ada contoh sebagaimana kasus kesalahan pengelolaan keuangan di Desa Pulo Ara, Kota Juang, Bireuen pada tahun 2015 dan 2016. Pada kasus tersebut, inspektorat langsung mengirim surat untuk mengembalikan sejumlah dana ke kas desa karena hasil audit ditemukan ketidaksesuaian antara di lapangan dengan penggunaan anggaran pada pembangunan fisik.(yus) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id