Tes Urine, Makin Cepat Lebih Baik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Tes Urine, Makin Cepat Lebih Baik

Tes Urine, Makin Cepat Lebih Baik
Foto Tes Urine, Makin Cepat Lebih Baik

Gubernur Irwandi Yusuf berencana mewajibkan tes urine bagi seluruh pegawai negeri sipil (PNS) di Aceh. “Tes urine akan kita lakukan, tapi di eksekutif banyak sekali (pegawai), ada 9.000 orang. Maka, akan kita lakukan bertahap dengan kejutan. Tidak akan diberi tahu jadwalnya,” kata Irwandi.

Rencana itu sehubungan dengan meningkatnya peredaran narkotika dan obat berbahaya (narkoba) di Aceh. Narkoba kini sudah merambah ke berbagai lini kehidupan. Mulai dari kalangan pejabat, penegak hukum, tokoh masyarakat, kaum muda, orang tua, hingga anak-anak.

Bahkan belum lama ini, seorang anggota DPRA ditangkap sedang mengonsumsi sabu-sabu bersama tiga rekannya. Karenanya, untuk memastikan lembaga legislatif bersih dari barang terlarang, tiga hari lalu sejumlah anggota DPRA melakukan tes urine yang difasilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh. Sudah ada 46 anggota DPRA yang dites urine, artinya masih ada belasan lagi yang belum.

Di kalangan pegawai negeri sipil, selama ini juga sudah banyak yang tertangkap menggunakan atau mengedar narkoba. Makanya, Irwandi menyatakan, bila nanti terdapat pegawai di lingkungan Pemerintah Aceh yang terbukti menyalahi narkoba, maka ia tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas. Sebab, narkoba saat ini sudah menjadi musuh bangsa Indonesia. “minimal akan direhabilitasi,” ujarnya.

Selain menghukum dan merehab orang-orang yang sudah terlibat narkoba, Irwandi juga mengingatkan kembali para penegak hukum untuk lebih serius mencegah masuknya narkoba dari luar negeri ke Aceh. “Kita mendukung segenap langkah polisi, termasuk menyuplai informasi tentang peredaran narkoba kepada polisi (jika mengetahui adanya pemakai atau pengedar). Bila diperlukan, kita turut mendanai kepolisian dan kejaksaan sejauh yang dibenarkan aturan.”

Langkah berikutnya dalam rangka mencegah pengrusakan bangsa oleh narkoba, Gubernur Aceh ini pun menyarankan kepada orang tua untuk mamantau setiap kegiatan anaknya. Bila perlu periksa juga kamarnya, sehingga anak-anak Aceh terlindungi dari pengaruh narkoba.

Yang sangat memprihatinkan belakangan ini adalah maraknya peredaran sabu-sabu. Selain sangat disukai oleh pemakainya, narkoba jenis ini juga sangat digilai oleh sindikat perdagangan narkotika karena keuntungannya sangat banyak. Itu pula yang mendorong banyak orang nekat menjadi menjadi kurir sabu.

Yang pasti, tes urine yang akan dilakukan itu bukanlah untuk mencari-cari kesalahan. Toh, seperti dikatakan Gubernur Irwandi, pegawai negeri yang positif narkoba juga tak akan langsung dipenjarakan. Sebab, dalam urusan ini, tetap akan merujuk Undang-Undang Narkoba dan Psikotropika. Pemakai narkoba yang tingkatannya masih rendah akan direhabilitasi. Di sisi lain, pegawai yang ketahuan terlibat kasus narkoba akan dikenakan sanksi sesuai tingkat kesalahan, dari sanksi administratif, teguran, hingga diberhentikan.

Jadi, tes narkoba melalui urine itu sangat penting. Jangan sekadar wacana, namun harus segera dilaksanakan. Makin cepat, ya makin baik. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id