Pelaku Penarik Jilbab Dibebaskan, Komunitas Muslim Australia Selatan Tuntut Perubahan UU | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pelaku Penarik Jilbab Dibebaskan, Komunitas Muslim Australia Selatan Tuntut Perubahan UU

Foto Pelaku Penarik Jilbab Dibebaskan, Komunitas Muslim Australia Selatan Tuntut Perubahan UU

aceh.Uri.co.id — Seorang pemimpin Muslim di Australia Selatan telah memeringatkan bahwa kurangnya toleransi bisa memicu kekerasan.

Pernyataannya ini muncul setelah seorang pria yang diduga menarik jilbab seorang perempuan Muslim dibebaskan dengan jaminan.

Imam Asosiasi Islam Australia Selatan, yang dikenal dengan nama Shaikh M Tawhidi, pada (22/3/2016) merilis sebuah pernyataan yang mengatakan, ia takut akan datangnya sebuah hari “di mana komunitas Muslim mungkin menyelesaikan sendiri masalah itu untuk melindungi perempuan dan ibu mereka”.

“Dan itu mungkin jahat, sangat jahat,” sebutnya.

Pada (22/3/2016), Kepolisian Australia Selatan menangkap dan menuduh seorang pria 27-tahun dari Kilburn di Adelaide dengan tindakan penyerangan dan perilaku ofensif pada kendaraan berpenumpang.

Mereka menduga ia menarik jilbab seorang perempuan muda saat naik bus di Churchill Road pada 16 Maret dan mengintimidasi perempuan itu selama sisa perjalanan bus ke kota.

Polisi mengatakan, perempuan itu tak terluka secara fisik dan pria itu dibebaskan dari sidang di Pengadilan Negeri pada 18 April.

Shaikh Tawhidi mengatakan, para imam berjuang “keras untuk mereformasi komunitasMuslim Australia Selatan menjadi sebuah komunitas yang toleran.”

Ia mengutarakan, “Jika undang-undang pemerintah tak mencegah serangan seperti itu, maka saya takut bahwa suatu hari akan tiba masanya ketika komunitas Muslim mungkin menyelesaikan masalah sendiri untuk melindungi perempuan dan ibu mereka.”

“Tindakan seperti ini, dan keputusan non-strategis yang bisa memicu reaksi dari keluarga korban yang akan menghasilkan kekerasan,” tambahnya.

Jaksa Agung Australia Selatan belum memberikan komentar. (*) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id