Lapas ‘Sulap’ Kamar Mandi Jadi Kamar Napi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lapas ‘Sulap’ Kamar Mandi Jadi Kamar Napi

Lapas ‘Sulap’ Kamar Mandi Jadi Kamar Napi
Foto Lapas ‘Sulap’ Kamar Mandi Jadi Kamar Napi

* Efek Over Kapasitas

LHOKSEUMAWE – Pihak Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II Lhokseumawe harus ‘menyulap’ kamar mandi umum dan gudang untuk dijadikan kamar tidur bagi narapidana (napi) dan tahanan di lapas tersebut. Hal ini terpaksa dilakukan sehubungan terjadinya over kapasitas penghuni yang jumlahnya hampir mencapai tiga kali lipat dari yang semestinya.

Kepala LP Kelas II Lhokseumawe, Ely Yuzar kepada Serambi, Kamis (17/8), menyebutkan, kapasitas lapas yang dipimpinnya itu hanya untuk 149 narapidana. Tapi, sekarang ini jumlah narapidana dan tahanan yang ditampung mencapai 466 orang. Oover kapasitas ini, terangnya, sudah terjadi bertahun-tahun, dan makin hari jumlahnya pun semakin membengkak.

“Untuk menyiasati kondisi ini, kita pun melakukan berbagai langkah, seperti mempermudah proses pengurusan seorang napi mendapatkan remisi dan bebas bersyarat, tanpa menyalahi koridor hukum,” jelasnya.

Selain itu, terang Ely Yuzar, pihak lapas juga membatasi barang bawaan para narapidana, termasuk tidak diperbolehkan membawa lemari pribadi. Karena lemari sudah disediakan berbentuk loker yang digantung di dinding sehingga muatan tempat tidur setiap kamar lebih banyak.

Solusi lain yang ditempuh untuk kasus over kapasitas itu, ujar dia, adalah dengan mengubah fungsi sejumlah ruangan menjadi kamar tidur, karena hingga saat ini belum ada rencana penambahan bangunan baru. “Kita telah merombak gudang dan kamar mandi umum untuk dijadikan kamar narapidana. Kamar mandi umum bisa kita rombak karena di setiap blok sudah ada kamar mandinya,” paparnya.

Pada bagian lain, Ely Yuzar menjelaskan, membludaknya penghuni lapas berbanding terbalik dengan jumlah petugas. Di mana setiap saat hanya ada empat petugas yang menjaga 466 masyarakat binaan. “Meski begitu, kita tetap komitmen dan terus melakukan pembinaan. Bahkan, bukti bentuk keberhasilan dan kedekatan kita dengan warga binaan, telah mampu membawa LP kita ini menjadi LP terbersih dan terindah di Provinsi Aceh tahun 2017 ini,” bebernya.

Mengenai jumlah narapidana yang mendapat remisi di HUT Ke-72 RI, dia menyebutkan ada 213 orang yang mendapatkan hadiah pengurangan masa hukuman tersebut.

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Bireuen yang seharusnya dihuni oleh 80 orang narapidana (napi) dan tahanan, sekarang terpaksa menampung 317 orang warga binaan, baik berstatus napi maupun tahanan. Hal itu disampaikan Kepala Cabang Rutan Bireuen, Sofyan kepada Bupati Bireuen H Saifannur, pada upacara pelaksanaan pemberian remisi umum untuk 199 napi dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72 di Rutan tersebut, Kamis (17/8).

Turut hadir dalam upacara itu, Wakil Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi, Ketua DPRK Bireuen Ridwan Muhammad, Kapolres AKBP Riza Yulianto, Kasdim 0111/Bireuen Mayor Sujatmiko, Ketua Pengadilan Negeri Bireuen Fauzi SH, Danyonif 113 Letkol Inf Adhe Hansen, Dansub Denpom Bireuen Lettu CPM Mulyadi, Sekda Ir Zulkifli Sp, dan sejumlah pejabat lainnya.

Sofyan mengatakan, akibat over kapasitas, terpaksa sejumlah napi atau tahanan ditempatkan di luar barak. “Untuk napi yang masa hukumannya ringan atau resikonya kecil, kita tempatkan di luar barak karena kapasitas barak sebenarnya untuk 80 orang, namun sekarang sudah melebihi dan mencapai 317 orang,” ujarnya.

Di sisi lain Sofyan menyebutkan, jumlah napi yang memperoleh remisi umum mencapai 199 orang, dengan masa pengurangan hukuman antara 1 sampai 5 bulan. “seharusnya ada 2 orang napi bebas murni, namun karena tidak bisa membayar subsider sebesar Rp 1 miliar, maka harus menjalani kurungan 6 bulan lagi. Kalau besok subsidernya dibayar, maka langsung bisa bebas,” terangnya.(c38) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id