46 Anggota DPRA Sudah Tes Urine | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

46 Anggota DPRA Sudah Tes Urine

46 Anggota DPRA Sudah Tes Urine
Foto 46 Anggota DPRA Sudah Tes Urine

SEBANYAK 46 dari 81 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari berbagai fraksi melakukan tes urine guna memastikan wakil rakyat itu terbebas dari narkoba. Tes ini sekaligu menjawab keinginan masyarakat setelah terjadinya penangkapan salah seorang anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh, Ja (37) yang sedang pesta sabu bersama tiga rekannya beberapa waktu lalu di wilayah Aceh Besar.

Ketua DPRA, Tgk Muharuddin kepada Serambi kemarin mengakui saat tes urine dilakukan tidak semua angggota legislatif hadir. Menurutnya, sebagian anggota dewan saat itu sedang berada di luar daerah dan tidak mengetahui adanya tes urine.

Meski demikian, terhadap mereka tetap diwajibkan mengikuti tes urine tahap kedua. “Hasil tes urine kemarin belum dilaporkan oleh BNNP Aceh. Setelah dilaporkan akan kita publikasi ke media. Apa pun indikasinya akan kita laporkan secara transparan. Kita harus berbesar hati, siapa pun termasuk saya, kalau terindikasi narkoba langkah mundur akan lebih terhormat,” kata Muharuddin melalui teleponnya.

Politisi Partai Aceh itu menyatakan, pelaksanaan tes urine bagi anggota DPRA sebenarnya sudah lama direncanakan, tetapi belum sempat terlaksana. Wacana itu, kata Muhar, merupakan keinginan anggota dewan sendiri yang berkomitmen memerangi narkoba. “Begitu kemarin ada kejadian, segera kita lakukan tes urine,” kata dia.

Tgk Muharuddin juga menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya peredaran narkoba di Aceh saat ini, khususnya sabu-sabu.

Narkoba, ulasnya, sudah menjadi ancaman besar bagi generasi muda Indonesia karena sudah merambah semua lini, termasuk mahasiswa, siswa, hingga kalangan pesantren, bahkan teungku.

“Ini sesuatu yang sangat memprihatinkan dengan konteks Aceh hari ini sebagai daerah yang berlabel syariat Islam. Tes urine ini kita harap tidak hanya dilakukan oleh DPR saja, tapi juga diikuti oleh instansi lain, baik Polda, Pangdam, Kejati dengan jajarannya dan lembaga pemerintahan lainnya,” katanya.

Tujuannya, tambah Muharuddin, adalah untuk menumbuhkan rasa percaya masyarakat terhadap lembaga pemerintahan. “Bukan untuk mencari popularitas atau sensasim tapi niat kita benar-benar satu kata yaitu menyatakan perang terhadap narkoba,” demikian Muharuddin. (mas) (uri/gie/iyadie/OR)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id