Warga Gelar Upacara HUT RI di Jalan Rusak | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Warga Gelar Upacara HUT RI di Jalan Rusak

Warga Gelar Upacara HUT RI di Jalan Rusak
Foto Warga Gelar Upacara HUT RI di Jalan Rusak

KUALASIMPANG – Seratusan warga Desa Batu Bedulang di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, Kamis (17/8) melaksanakan upacara HUT Ke-72 Kemerdekaan RI di lokasi jalan desa yang kondisi rusak berat dan belum pernah diaspal sejak 72 tahun negara ini berdiri. Peserta upacara ini terdiri dari orang tua, pemuda, remaja hingga anak-anak.

Tata tertib upacara pun dilakukan nyaris sempurna. Pengerekan bendera merah putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan sangat khidmat oleh warga desa yang berada di kawasan paling ujung Kecamatan Bandar Pusaka ini.

Datok Penghulu (kepala desa) Batu Bedulang, Suhardi, mengaku inisiatif menggelar upacara di lokasi jalan rusak ini datang dari warga, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi bangsa yang sudah 72 tahun merdeka, tapi belum mampu menyejahterakan masyarakatnya. “Sejak negara ini merdeka, warga Desa Batu Bedulang belum pernah menikmati jalan beraspal menuju desa mereka,” kata Suhardi.

Setiap hari warga di sini harus berjuang keras melewati jalan tanah berlumpur untuk bisa mengakses ibukota kecamatan, baik itu untuk membeli kebutuhan pokok, menjual hasil tani/kebun, dan keperluan lainnya. Lebih miris lagi, warga yang sakit harus digotong beramai-ramai agar bisa dibawa ke Puskesmas terdekat, karena kendaraan tidak bisa melintasi jalan ini, khususnya saat musim penghujan.

Anak-anak di desa ini juga banyak yang malas ke sekolah karena sulitnya akses ke sekolah terdekat. “Upacara ini sengaja dilakukan warga di jalan rusak yang belum pernah diaspal sejak negara ini merdeka, agar kami mendapat perhatian dari pemerintah yang sedang memeringati ulang tahun ke-72 ini,” ujarnya.

Warga bernama Kamariyah (32) mengaku, dengan kondisi jalan yang rusak, juga membuat segala bahan kebutuhan pokok menjadi lebih mahal di desa ini. “Kemiskinan di desa ini bukan karena ketidakmampuan warga, tapi karena negara abai terhadap hak-hak kami untuk mendapat fasilitas yang layak,” katanya.

Secara geografis, Desa Batu Bedulang ini berada paling ujung di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang. Berbatasan dengan Kecamatan Simpang Jernih yang masuk wilayah Kabupaten Aceh Timur. Jaraknya, sekitar 42 Km dari Karang Baru, ibu kota Kabupaten Aceh Tamiang. Dengan kondisi jalan yang rusak parah ini, butuh waktu tiga jam bagi warga yang hendak menuju ibu kota kabupaten di Kualasimpang, dalam kondisi normal. Sedangkan jika kondisi hujan, warga terkadang terpaksa bermalam di jalan.

Sementara, di tingkat kabupaten, upacara HUT RI dipimpin Bupati Hamdan Sati. Perayaan HUT ke-72 RI di Aceh Tamiang juga dimeriahkan dengan pesta rakyat yang digelar seluruh SKPD, yang diikuti warga dan pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang.

Di Langsa, pementasan drama kolosal yang menceritakan “Jejak Sang Proklamator”, turut meriahkan upacara HUT ke-72 RI yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Langsa. Drama kolosal ini diadakan Pemko Langsa dan Kodim 0104/Atim, bekerjasama dengan Komunitas Seni Rajut Universitas Samudra. Tujuan pementasan drama ini untuk membangkitkan kembali jiwa nasionalisme, dengan mengajak warga mengingat kembali sejarah dalam merebut kemerdekaan RI.

Sedangkan di Aceh Timur, peringatan HUT ke-72 RI digelar di lapangan upacara Puspemkab Aceh Timur, dengan Inspektur Upacara Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un. Sedangkan, Ketua DPRK Aceh Timur, Marzuki Ajad bertindak sebagai pembaca Teks Proklamasi Kemerdekaan.

Usai upacara, para pejabat negara di kabupaten ini melakukan anjangsana ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Idi dan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Muna Peureulak Timur.

Di Kabupaten Pidie Jaya, peringatan HUT RI tahun ini diisi dengan pemberian piagam kepada sem bilan tokoh pemekaran Pidie Jaya (Pijay). Penerima piagam itu masing-masing, Drs H Salman Ishak MSI, Drs Lukman, Drs Muksin Hanafiah, Drs Syahbuddin, Mustari Muktar, Drs Bakhtiar Efendi, Drs Fauzi Amin, H Syahrul Nurfa, dan Drs Yusuf Ishak. “Selain itu, kami juga memberikan piagam kepada lima veteran legiun atas jasanya merebut kemerdekaan RI,” kata Aiyub Abbas, Bupati Pijay.

Peringatan HUT RI yang diisi dengan aneka lomba seperti pawai nusantara, panjat pinang, serta berbagai permainan rakyat lainnya, disambut antusias warga Pijay. Mulai dari orang tua, remaja hingga anak-anak, tumpah ke lokasi-lokasi dilaksanakannya berbagai lomba tersebut.

Sebagian ibu rumah tangga bahkan bahkan rela menggendong bayinya untuk mendatangi lokasi hiburan rakyat yang berlangsugn meriah ini. Hiburan yang banyak menyedot perhatian warga, seperti lomba dayung sampan dan lomba tangkap bebek di Krueng Meureudu, disamping lomba panjat pinang serta hiburan lainnya yang digelar di panggung terbuka.

Di Pidie, Bupati Roni Ahmad atau akrab disapa Abusyik, memasuki Stadion Kuta Asan tempat digelarnya upacara HUT RI dengan menumpang odong-odong. Selanjutnya, mantan kombatan GAM ini pun mengambil posisi sebagai Inspektur Upacara HUT ke-72 RI, kemarin.

Abusyik didampingi Wakil Bupati Pidie, Fadlullah TM Daud ST, menempuh perjalanan selama 15 menit menggunakan odong-odong menuju Stadion Kuta Asan.

Rangkaian HUT RI di Stadion Kuta Asan ini juga dimeriahkan drama tentang perjuangan Teuku Umar dalam menumpas penjajah Belanda. Drama itu ditampilkan oleh siswa MAN Kembang Tanjong bersama TNI dari jajaran Kodim 0102 Pidie.

Remisi Hari Kemerdekaan RI, menjadi salah satu momen yang ditunggu oleh sejumlah narapidana yang sedang menjalani hukuman. Di sebagian Lapas dan Rutan, beberapa napi bahkan langsung bebas setelah mendapat remisi kali ini.

Plt Kepala Rutan Sigli, Baharuddin SH, mengatakan, dari 422 jumlah penghuni Rutan Sigli, 229 orang menerima remisi HUT RI. Satu di antaranya, MRS (16) warga Gampong Jeulangan, Bandar Dua, Pijay, langsung bebas setelah mendapat remisi.

Di Lapas Klas IIB Langsa, sebanyak empat orang napi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Langsa langsung bebas. “Jumlah total napi di Lapas itu yang menerima remisi tahun ini sebanyak 194 orang,” kata Kepala Lapas Kelas II B Langsa, Sayed Mahdar.

Dirincikannya, napi yang mendapat remisi 1 bulan sebanyak 60 orang, napi mendapat remisi 2 bulan sebanyak 42 orang, napi mendapat remisi 3 bulan sebanyak 53 orang, napi mendapat remisi 4 bulan sebanyak 32 orang, napi mendapat remisi 5 bulan sebanyak 2 orang, dan napi mendapat remisi 6 bulan sebanyak 3 orang.

Sementara di Rutan cabang Idi Rayeuk, Aceh Timur, 115 orang dari 376 napi di Rutan tersebut mendapat pengurangan masa pidana (remisi umum). Satu di antaranya langsung bebas, yakni Armia bin Ali (46) warga Gampong Peulalu, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur, yang sebelumnya terjerat kasus narkoba.

Surat bebas Armia diserahkan langsung oleh Ketua DPRK Aceh Timur, Marzuki Ajad, didampingi Karutan Idi, Irdiansyah Rana.

“Pemberian remisi kepada narapidana dan anak pidana ini merupakan pelaksanaan system pemasyarakatan sesuai amanat UU Nomor 12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan,” ungkap Irdiansyah Rana. (md/zb/c49/c43/ag/naz/c49) (uri/inaldy/eryance/RG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id