Gubernur: Tenaga Honor yang Malas Distop Saja | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gubernur: Tenaga Honor yang Malas Distop Saja

Foto Gubernur: Tenaga Honor yang Malas Distop Saja

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang dimintai tanggapannya kemarin mengatakan, beberapa hal yang disampaikan Menpan dan RB, Prof Yuddy Crisnandi, dalam pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh, akan segera dia tindak lanjuti. Misalnya, memperbaiki tata kelola birokrasi untuk bisa lebih baik dan berkelas dunia, termasuk soal perizinan untuk investasi, dan perlunya meningkatan kinerja akuntabilitas pemerintahan di Aceh.

Selain itu, tenaga kontrak dan honorer di jajaran Pemerintah Aceh, kata Gubernur Zaini, akan dikurangi bertahap. “Yang malas dan tidak loyal, ya distop saja,” kata Zaini di Banda Aceh, Senin (21/3).

Untuk efisiensi belanja pegawai, lanjut Gubernur Zaini, pihaknya telah melakukan secara bertahap pada berbagai pos anggaran. Termasuk pada pos biaya rutin pegawai, seperti pemeliharaan, biaya perjalanan dinas, dan meniadakan uang makan PNS, karena sudah ada tunjangan prestasi kerja (TPK) yang nilainya lebih besar daripda uang makan.

Ia mengaku sudah memerintahkan Sekda Aceh untuk selektif dalam penerimaan tenaga kontrak dan honorer. Begitu juga kepada para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) diminta Zaini untuk melakukan evaluasi kembali terhadap tenaga kontrak dan honorernya. Tenaga kontrak dan honorer yang bisa diperpanjang kontraknya adalah yang benar-benar bisa mendorong dan meningkatkan kinerja pelayanan pemerintah kepada masyarakat. “Sedangkan yang malas dan tidak loyal, ya distop saja,” ulangnya lagi.

Zaini mengatakan, ia sependapat degan Menteri Yuddy bahwa salah satu faktor penyebab belum baiknya kinerja birokrasi adalah faktor kelembagaan yang belum tepat fungsi dan ukuran sesuai kebutuhan dan karakteristik daerah. “Karena itu, kita akan lakukan audit organisasi kembali. Dinas dan badan mana saja yang belum efektif dan efisien, maka akan kita efektif dan efisienkan,” ujarnya.

Selanjutnya, pengendalian alokasi anggaran setiap program pada setiap instansi pemerintah harus didasarkan pada pertimbangan program dan kegitan prioritas, bukan lagi didasarkan bagi rata atas fungsi yang ada. “Ini sudah kita lakukan sejak memerintah Aceh tahun 2013 lalu,” sebutnya.

Kemudian, Menpan RB juga minta Pemerintah Aceh untuk mempersiapkan diri menuju birokrasi yang dinamis, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman. “Pangkas semua kerumitan birokrasi serta pastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik dengan kualitas tinggi dan waktu yang tepat,” imbuhnya.

Semua pegawai harus menjadi motor penggerak produktivitas dan daya saing bangsa. “Berikutnya, seruan Presiden Jokowi yang meminta Aceh harus melakukan perubahan dan politik anggaran serta fokus pada belanja infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan lainnya, juga sudah kita lakukan pada penyusunan RAPBA 2016 yang kini sedang kita laksanakan,” jelas Zaini.

Untuk belanja modal pembangunan tahun ini, menurutnya, sudah dinaikkan dari 16% menjadi 20% dari pagu APBA 2016 Rp 12,8 triliun. “Ini membuktikan, kita komit dengan apa yang menjadi fokus pembangunan nasional,” ulas Zaini Abdullah.

Kemarin, sebelum menghadiri pertemuan dengan Forkopimda Aceh, Menpan RB paginya ikut apel bersama pegawai di Kantor Gubernur Aceh. Dalam apel Senin yang dihadiri seluruh kepala SKPA itu, Gubernur Zaini mengumumkan kenaikan pangkat pejabat di jajaran Pemerintah Aceh sebanyak 634 orang dan yang akan pensiun 375 orang.

Kepada pejabat PNS yang naik pangkat, diingatkan Zaini jangan sombong dan naik bahu, tapi bekerjalah lebih baik lagi, loyal pada atasan dan pekerjaannya, rendah diri, ibarat seperti padi berisi, semakin berisi semakin merunduk.

Orang yang menaikkan bahunya, kata Zaini, sama seperti padi yang kosong, pucuknya ke atas tak ada isi, mabuk dengan kepangkatan semata, sedangkan kemampuannya sangat kurang.

Di pengujung apel bendera kemarin, Gubernur Zaini juga menyerahkan bantuan jaminan kematian kepada dua orang ahli waris PNS yang meninggal dunia, per orangnya di atas Rp 30 juta. (her) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id