Apa Karya: Loen Hana Undangan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Apa Karya: Loen Hana Undangan

Apa Karya: Loen Hana Undangan
Foto Apa Karya: Loen Hana Undangan

SEUSAI acara peringatan 12 tahun perdamaian RI-GAM, kemarin, Serambi menghubungi beberapa tokoh eks GAM guna mengonfirmasi mengapa mereka tidak hadir pada hari yang bersejarah tersebut.

Mantan menteri pertahanan GAM, Zakaria Saman atau Apa Karya yang berhasil dihubungi mengaku tidak mendapat undangan makanya ia tidak hadir.

Apa Karya juga tidak tahu kalau Pemerintah Aceh menggelar acara. “Hana undangan keu loen, meu loen tupeue han dipeuget acara. (Tidak ada undangan untuk saya, tahu saja tidak kalau ada acara),” kata Apa Karya.

Begitupun, ia tidak mempersoalkan meski tidak mendapat undangan. Terpenting, katanya, masyarakat Aceh saat ini harus bersatu untuk mengawal semua janji yang telah disepakati 12 tahun silam dengan Republik Indonesia.

Ia menyayangkan, di usia 12 tahun damai antara RI dengan GAM, Pemerintah Pusat justru mempreteli pasal dalam UUPA, yang merupakan penjabaran dari perjanjian damai yang telah disepakati. “Nyoe kemunduran bagi tanyoe, kon kemajuan (Ini kemunduran bagi kita, bukan kemajuan),” sebutnya.

Apa Karya mengibaratkan kondisi saat ini dengan sebuah ungkapan hadih maja, yaitu ‘taharap keu pageu, keubeu dipajoh pade’. “Tappageu supaya bek dirot pade, tapi dirot chit le keubeu, jadi kon hana pat taharap le, meunanlah kira-kira. (Kita pagari agar tidak dimakan padi, tapi dimakan juga sama kerbau, jadi tidak tahu berharap kepada siapa lagi, begitulah kira-kira),” tandas Apa Karya.

Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf atau Mualem, mengaku tidak mengetahui apakah dirinya diundang atau tidak dalam acara tersebut. Pasalnya, saat ini, mantan panglima GAM itu sedang tidak berada di Aceh. “Saya juga tidak tahu apa ada undangan atau tidak, karena saya saat ini sedang di luar,” kata Mualem saat dihubungi via telepon.

Dalam momentum peringatan 12 tahun damai ini, Mualem juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk bersatu dan bersama-sama mengawal semua perjanjian yang telah disepakati. “Semoga tidak ada lagi yang dicabut ke depan, kita harus bersama-sama mengawal butir-butir MoU, bersama-sama kita membangun Aceh dengan UUPA,” deikian Mualem. (dan) (uri/strid/lleonora/AE)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id