Polisi Sita Bendera Bintang Bulan di Aceh Jaya | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Polisi Sita Bendera Bintang Bulan di Aceh Jaya

Polisi Sita Bendera Bintang Bulan di Aceh Jaya
Foto Polisi Sita Bendera Bintang Bulan di Aceh Jaya

* Pengibar Diperiksa

CALANG – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Aceh Jaya menyita bendera Bintang Bulan yang sempat dikibarkan oleh Hamdan Cukhop, mantan kombatan GAM, di depan rumahnya di Desa Gampong Baro Sayeung, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, pada Selasa (15/8) sejak pukul 08.30, kemudian ia turunkan pada pukul 11.30 WIB. Polisi juga memeriksa yang bersangkutan di Mapolres Aceh Jaya karena pengibaran bendera tersebut yang dulunya dikenal sebagai bendera GAM.

Menariknya, Cukhop yang pada paginya mengibarkan bendera Bintang Bulan, menjelang sore justru mengibarkan bendera Merah Putih disaksikan oleh Kapolres AKBP Eko Purwanto dan Dandim 0114 Letkol Kav Haerus Shaleh di depan rumahnya. Ia juga memberi penghormatan kepada sang Dwiwarna pada sore itu.

“Pengibaran bendera Bintang Bulan belum dibenarkan, sehingga bendera kita sita. Yang bersangkuta pun kita mintai keterangan di mapolres,” kata Kapolres AKBP Eko Purwanto kepada Serambi, di Calang, Selasa (15/8).

Kapolres meminta semua warga agar tidak ada yang nekat mengibarkan bendera Bintang Bulan tersebut demi menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Aceh Jaya, mengingat bendera tersebut belum mendapat persetujuan Mendagri sebagai bendera Aceh, sebagaimana ditetapkan secara aklamasi oleh seluruh fraksi di DPRA pada tahun 2013.

Hingga menjelang sore, Cukhop yang mantan kombatan GAM itu masih menjalani pemeriksaan di mapolres terkait pengibaran bendera Bintang Bulan di halaman rumahnya.

“Mantan GAM, Hamdan Cukhop, dengan kesadarannya sendiri kini telah mengibarkan bendera Merah Putih di depan rumahnya. Saya ikut menyaksikan bersama Kapolres, Kapolsek, dan Danramil Setia Bakti. Kita berharapkan tak diulanginya lagi menaikan bendera Bintang Bulan yang belum ada pengesahan dari pemerintahan pusat,” tegas Dandim 0114 Aceh Jaya, Letkol Kav Haerus Shaleh.

Ia berharap kepada warga untuk mengibarkan bendera Merah Putih, terutama dalam rangka menyambut perayaan HUT Ke-72 Republik Indonesia tahun ini. Jika ada warga yang kedapatan menaikkan bendera Bintang Bulan dia harapkan segera diperiksa aparat berwenang apa maksud dan tujuannya. “Jangan ada pihak yang coba-coba mengusik kedamaian yang sudah tercipta. Mari kita rawat dan jaga bersama,” harap Dandim.

Sementara itu, Hamda Cukhop yang sempat ditanyai wartawan mengatakan, ia sengaja menaikkan bendera Bintang Bulan untuk mengenang peringatan perdamaian antara Pemerintah RI dan GAM yang pada 15 Agustus kemarin genap berusia 12 tahun.

“Saya menaikkan bendera Bintang Bulan hanya sebatas untuk mengenang perdamaian antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Negara Republik Indonesia. Hanya itu, tak ada maksud lain,” kata Cukhop.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, Bintang Bulan tersebut dikibarkan Cukhop sekitar pukul 08.30 WIB dan ia turunkan sekitar pukul 11.30 WIB yang kemudian disimpannya di rumahnya. Pihak kepolisian yang mengetahui hal itu langsung ke lokasi dan menyita bendera tersebut dari rumahnya yang ia simpan di sudut ruang tamu.

Saat polisi dan TNI menyita bendera tersebut sempat terjadi ketegangan dengan istri Cukhop bernama Istiqamah yang marah polisi masuk ke rumahnya. Namun, berkat bujukan polisi akhirnya ia izinkan aparat keamanan masuk untuk mengambil bendera tersebut.

Catatan Serambi, Bintang Bulan dan Buraq Singa ditetapkan DPRA masing-masing sebagai bendera dan lambang Aceh pada 2013 melalui Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013. Tapi karena substansi bendera tersebut bertentangan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2007 tentang Lambang Daerah, sehingga pemerintah pusat menetapkan kebijakan “cooling down” terhadap bendera dan lambang Aceh tersebut. (c45) (uri/ndra/ndrianto/IA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id