JCH Langsung Pakai Pakaian Ihram di Asrama Haji | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

JCH Langsung Pakai Pakaian Ihram di Asrama Haji

JCH Langsung Pakai Pakaian Ihram di Asrama Haji
Foto JCH Langsung Pakai Pakaian Ihram di Asrama Haji

BANDA ACEH – Pada musim haji tahun ini, jamaah calon haji (JCH) dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam gelombang kedua, termasuk JCH Aceh, akan langsung mengenakan pakaian ihram di asrama haji embarkasi masing-masing.

JCH Aceh yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 juga langsung menggunakan pakaian ihram di Asrama Haji Embarkasi Aceh sebelum bertolak ke Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, hari ini, Rabu (16/8), pukul 12.10 WIB.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs HM Daud Pakeh menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Media Center Asrama Haji setempat, Selasa (15/8). “Ini instruksi dari Arab Saudi, termasuk dari Ketua PPIH Arab Saudi demi kelancaran pelaksanaan ibadah dari jamaah kita, sehingga jamaah haji yang berangkat pada gelombang kedua, mandi ihram dan pemakaian pakaian ihramnya dilakukan di asrama haji,” katanya.

Hal itu dilakukan, menurutnya, agar jamaah tidak terlalu lama berada di Bandara King Abdul Azis setelah pengecekan imigrasi dan bea cukai selesai, maka dapat langsung miqat di bandara tersebut dan langsung ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah.

“Ketika pelepasan di asrama haji, masuk dalam bus dan naik pesawat seluruh JCH sudah mengenakan pakaian ihram. Hal ini juga yang sedang dibimbing ketika jamaah masih berada di asrama haji,” kata Daud Pakeh yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian (Kanwil Kemenag) Agama Aceh.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke kemenag kabupaten/kota agar para JCH tidak menempatkan pakaian ihramnya di dalam koper besar, melainkan di dalam tas tentengan saja. Hal ini dilakukan agar memudahkan JCH untuk mengambil pakaian ihramnya dan dapat langsung digunakan saat masih berada di asrama haji sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Dalam kesempatan itu, Daud Pakeh juga menyebutkan lokasi pemondokan di Mekkah bagi JCH kloter 1 yang berasal dari Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Singkil, Subulussalam, Banda Aceh, dan Aceh Besar, berada di wilayah Misfalah dengan jarak ke Masjidil Haram sekitar 2 kilometer.

Sementara selama di Asrama Haji Banda Aceh, para JCH diberi pembinaan berupa bimbingan manasik, kesehatan, keselamatan penerbangan, dan dokumen. Selanjutnya juga dibagikan dokumen, gelang identitas, living cost, dan pengembalian biaya pembuatan paspor, serta pembinaan ketua regu dan ketua rombongan.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banda Aceh, Nuryanto MARS menambahkan, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Tanah Suci, maka JCH diimbau selalu membawa dan memperbanyak minum air putih, membawa pelindung.

Untuk menjaga kesehatan, jamaah ia sarankan senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, hindari jajan di luar, dan makanlah sesegera mungkin apabila makanan tersebut sudah dibagikan oleh petugas.

Konferensi pers itu juga dihadiri General Manager Garuda Banda Aceh, Sugiyono, Sekretaris PPIH Embarkasi Banda Aceh, Abrar Zym, dan Kepala UPT Asrama Haji, Taufik Abdullah.

Adapun JCH kloter 2 yang berasal dari Langsa, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Jaya, Aceh Selatan, dan Banda Aceh akan masuk Asrama Haji Banda Aceh, hari ini, Rabu (16/8) pukul 10.00 WIB. (una) (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id