Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Akmal Ibrahim Benahi Persoalan Rumah tak Tepat Sasaran | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Akmal Ibrahim Benahi Persoalan Rumah tak Tepat Sasaran

Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Akmal Ibrahim Benahi Persoalan Rumah tak Tepat Sasaran
Foto Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Akmal Ibrahim Benahi Persoalan Rumah tak Tepat Sasaran

URI.co.id,BLANGPIDIE – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim masuk kerja hari pertama, Selasa (15/8/2017).

Ia resmi dilantik Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pada sidang paripurna istimewa DPRK setempat, Senin (14/8/2017).

Pada hari pertama masuk kerja, Selasa pagi, Akmal memakai Pakaian Dinas Harian (PDH) plus sepatu hitam, tiba di Kantor Bupati Abdya di Kompleks Perkantor Pemkab Abdya sekitar pukul 8.20 WIB dengan temani ajudannya.

Sejumlah staf kantor bupati tampak menyambut di ruang lobi. Seperti sudah hafal sekali kondisi kantor, Akmal langsung menuju tangga ruangan kerja di lantai dua.

Di lobi lantai dua, Bupati Akmal Ibrahim disambut Asisten Pemerintahan, M Hanafiah AK bersama sejumlah pejabat.

Baca: Alumni Timur Tengah Apresiasi Komitmen Bupati Akmal Ibrahim untuk Melatih Kader Alquran

Ketika berada di dalam ruang kerja, Akmal  melihat-lihat kondisi ruangan, kemudian melihat kamar istirahat juga berada dalam ruang kerja bupati.

Tidak lama kemudian bergabung Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya, Drs Thamrin, Asisten Admistrasi Umum, Drs Yafrizal serta Asisten Pemerintahan, Drs M Hanafiah AK SH MM.

Mereka kemudian menempati meja rapat bupati dalam ruangan kerja. Bupati Akmal, didampingi Wakil Bupati, Muslizar MT memberi arahan sebagai berikut:

Pertama, SK Bupati Abdya tahun 2017 tentang penerima bantuan rumah duafa ditinjau ulang atau dirubah karena sebagian besar penerima tidak tepat sasaran.

Sedangkan SK Bupati Abdya 2016 tentang penerima bantuan rumah duafa juga diluruskan karena sejumlah rumah tersebut ditempati oleh pihak yang namanya tidak sesuai dengan SK Bupati. “Persoalan ini harus kita selesaikan,” tandas Akmal.

Baca: Hari Pertama ke Kantor, Akmal Ibrahim Pilih Mobil Bekas yang Penuh Kenangan

Para Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Kerja Kabupaten (SKPK), diminta melaporkan jumlah anggaran dan berapa jumlah anggaran yang sudah digunakan  atau kegiatan yang telah dilaksanakan.

Pembinaan pegawai eselon III ke bawah, kecuali camat di bawah koordinasi Wakil Bupati.

Kendaraan dinas yang dipakai sebagai operasional pejabat eselon III ke bawah dan yang digunakan pihak lain segera ditertiban dengan cara dikumpulkan.

Aset berupa kendaraan tersebut kemudian diserahkan kepada pejabat yang disesuaikan dengan peruntukannya.

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia, edisi Rabu (16/8/2017)   (uri/aufik/arahdiba/TF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id