Suplai Semen Masih Macet | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Suplai Semen Masih Macet

Suplai Semen Masih Macet
Foto Suplai Semen Masih Macet

* Harga Rp 55-60 Ribu Per Sak

BANDA ACEH – Harga semen di toko bangunan minggu ini bergerak naik menjadi Rp 55-60 ribu per sak (40 kg) atau lebih mahal dibanding minggu lalu Rp 53-55 ribu/sak. Kenaikan harga ini disebut-sebut karena suplai semen dari pabrik semen Andalas di Lhoknga, Aceh Besar maupun distributor Semen Padang ke toko bangunan, masih macet atau belum lancar.

Hal ini seperti disampaikan Yusri, pedagang Toko Bangunan Silva Reseki di Simpang Surabaya, Banda Aceh ketika menjawab Serambi, Senin (14/8). Menurutnya, hingga kemarin dirinya sudah tiga hari menunggu kiriman semen, namun baru sekali dikirim sekitar 250 sak. Sementara kebutuhan sesuai permintaan konsumen saat mencapai 400-500 sak/hari.

Hal sama juga dialami Sofyan, pedagang toko bangunan Baru Tabina di Peunayong. Menurutnya, sejak Jumat pekan lalu hingga kemarin, ia baru dapat pasokan dari distributor Semen Andalas 750 sak. Sedangkan permintaan mencapai 500-750 sak/hari. “Yang dipasok distributor Semen Andalas itu belum mampu memenuhi DO atau pesanan yang sudah masuk dari konsumen sebanyak 1.500-2.000 sak,” kata Sofyan.

Secara terpisah, pedagang bahan bangunan di Seutui, Edy juga mengaku suplai Semen Andalas dan Semen Padang juga masih macet. Menurutnya, sudah empat hari dipesan, baru satu truk dikirim 750 sak. Sedangkan DO atau pesanan semen dari pelanggan dan konsumen sudah mencapai ribuan sak.

Untuk mengatasi lonjakan permintaan, termasuk DO atau yang sudah dibayar pelanggan, pihaknya harus mendatangkan semen dari Medan via jalan darat, sehingga harga sesampai di Aceh sudah lebih mahal.

“Biaya transportasinya mencapai Rp 12.000/sak. Kalau harga tebus semen merek conch di Medan Rp 44.000/sak ditambah ongkos angkut Rp 12.000, tiba di Banda Aceh, harga sudah terpokok mencapai Rp 56.000/sak, tambah ongkos bongkar Rp 1.500 – Rp 2.000/sak, harga jual menjadi Rp 60.000 per sak 40 Kg,” sebut Edy.

Dikonfirmasi terpisah kemarin, Direktur Pemasaran Semen Andalas, Herman mengatakan sebetulnya distribusi semen dari pabrik ke distriburor sudah kembali lancar. Setiap harinya semen yang dikeluarkan dari pabrik 1.500 – 1.600 ton/hari, namun ia mengakui jumlah yang dipasok itu belum mampu mengimbangi lonjakan permintaan di pasar sekarang ini.

Menurutnya, sesuai laporan distrbutor dan pedagang bahan bangunan, meningkatnya permintaan ini mencapai dua hingga tiga kali lipat dari kondisi normal. “Kondisi normal untuk satu toko bangunan sekitar 200-400 sak. Sekarang sudah naik menjadi 750-1.500 sak per hari. Permintaan itu terus akan meningkat dan terjadi sampai bulan November 2017,” kata Herman. (her) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id