Anggota Dewan Dilaporkan ke Polisi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Anggota Dewan Dilaporkan ke Polisi

Foto Anggota Dewan Dilaporkan ke Polisi

* Kasus Bantuan Korban Gempa 2013

TAKENGON – Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah berinisial AMR, dilaporkan ke polisi terkait dugaan kasus penipuan, pemalsuan tanda tangan dan dokumen negara. Laporan disampaikan secara resmi oleh LSM Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) ke Polres Aceh Tengah, Senin (21/3).

Laporan itu berdasakan suara kuasa yang diberikan oleh korban penipuan, Edi Isma bin Ismail, salah seorang warga yang merasa dirugikan dengan adanya tindakan penipuan itu. “Edi Isma bin Ismail sebelumnya melapor kepada kami, tetapi karena buta huruf, dia mewakilkan kepada kami,” kata Pekerja GeRAK Gayo, Aramiko Aritonang.

Anggota dewan itu dilaporkan ke polisi bersama dengan seorang warga lainnya berinisial Aan dengan tanda bukti laporan nomor : TBL/39/III/Aceh/RES ATENG. “Indikasinya, selain dugaan penipuan, ada juga pembentukan Pokmas fiktif,” jelas Aramiko Aritonang.

Disebutkan, berdasarkan keterangan yang dihimpun dari Edi Isma, bahwa sebelumnya dia tidak pernah terdata sebagai penerima bantuan dari pemerintah untuk korban gempa bumi tahun 2013. “Namun tiba-tiba, tim fasilitator gempa Gayo, mendatangi rumah Edi Isma untuk menanyakan bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa,” sebut Aramiko mengutip pernyataan Edi Isma.

Namun, berdasarkan data dari tim fasilitator gempa Gayo, Edi Isma, tercatat sebagai penerima bantuan gempa yang tergabung di Pokmas Taring I, beserta sejumlah anggota lainnya. “Masalahnya, Edi Isma tidak pernah tahu, telah terdaftar di Pokmas Taring I. Bahkan tercatat telah menerima bantuan sebesar Rp 20 juta,” paparnya.

Anehnya lagi, Edi Isma, tercatat telah memberi kuasa kepada salah seorang warga berinisial Aan, untuk pencairan dana bantuan korban gempa tersebut. Padahal, Edi Isma tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun, karena ia sadar bukan penerima bantuan. “Banyak lagi yang direkayasa dalam persoalan ini,” tuding Aramiko.

Dikatakan, diduga kuat ada keterlibatan salah seorang oknum anggota DPRK Aceh Tengah, AMR. Pasalnya, AMR sempat mendatangi korban Edi Isma dan meminta menempelkan plang sebagai penerima bantuan korban gempa 2013. “Aan merupakan staf AMR dan skenario ini, diduga dilakukan AMR dengan memerintahkan Aan,” sebutnya.

Sementara, Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dodi Rahmawan melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadan Sebayang, membenarkan telah menerima laporan dari Edi Isma yang dikuasakan kepada GeRAK Gayo. Namun, pihak kepolisian terlebih dulu akan mempelajari laporan tersebut. “Terlapor adalah salah seorang anggota dewan dan kami akan pelajari dulu laporan ini,” kata Boby.

Dia mengatakan, jika laporan yang disampaikan LSM GeRAK Gayo yang mewakili Edi Isma, telah memenuhi unsur, akan ditindak lanjuti dengan memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya. Apalagi ini, terkait dengan dana bantuan gempa tahun 2013 lalu. “Laporannya juga baru masuk hari ini, jadi dipejari dulu sebelum berlanjut ke tahap berikutnya,” pungkasnya.(my) (uri/sih/ebrinaldy/AF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id