Gugatan Uang 1.000 Lanjut ke Tahap Pembuktian | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Gugatan Uang 1.000 Lanjut ke Tahap Pembuktian

Gugatan Uang 1.000 Lanjut ke Tahap Pembuktian
Foto Gugatan Uang 1.000 Lanjut ke Tahap Pembuktian

BANDA ACEH – Sidang gugatan Asrizal H Asnawi terhadap Bank Indonesia (BI) yang menerbitkan gambar pahlawan wanita Aceh, Cut Meutia, dalam keadaan tanpa penutup kepala di uang nominal Rp 1.000 berlanjut ke pembuktian setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak eksepsi BI terkait kewenangan absolut mengadili perkara tersebut yang dibacakan dalam putusan sela, 24 Juli 2017.

Namun, putusan itu baru disampaikan majelis hakim yang diketuai Tafsir Sembiring Meuliala MH dibantu hakim anggota, Abdul Kohar MH, dan Desbenneri Sinaga MH pada persidangan, Senin (14/8). “Majelis hakim telah menolak eksepsi BI dan melajutkan proses gugatan ini dengan agenda pembuktian dari kami selaku penggugat,” kata Asrizal kemarin seusai menghadiri sidang.

Asrizal yang didampingi kuasa hukumnya dari Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin SH menjelaskan, Bank Indonesia selaku tergugat dalam eksepsinya menyatakan PN Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara tersebut karena yang berwenang adalah Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Asrizal juga dinilai tidak memiliki kapasitas (legal standing) untuk mengajukan gugatan tersebut.

“Dengan putusan sela ini, gugatan kita dianggap benar. Alhamdulillah, kita sudah keberhasilan satu langkah. Untuk sidang pembuktian, kita sudah siapkan semuanya, dari awal sudah kita komunikasikan dengan kawan-kawan pegiat sejarah untuk membantu persiapkan bukti-bukti sejarah dan kliping-kliping tulisan terkait Cut Meutia yang akan kita sampaikan pada sidang ke depan, Kamis (24/8),” katanya.

Sebelum berlanjut ke pembuktian, proses penyelesaian perkara ini sudah ditempuh melalui jalur mediasi. Tetapi, kedua belah pihak sama-sama tidak ada yang mengalah.

Asrizal yang juga anggota Ketua Fraksi PAN DPRA ini dalam gugatannya meminta semua foto pahlawan perempuan dari Aceh agar ditutup kepalanya ketika akan digunakan pada semua tempat, termasuk pada mata uang.

Diberitakan sebelumnya, Asrizal melalui kuasa hukumnya, Safaruddin SH menggugat BI ke PN Jakarta Pusat pada Selasa 24 Januari 2017 karena mengeluarkan pecahan uang Rp 1.000 dengan menyematkan pahlawan perempuan Aceh, Cut Meutia, tanpa mengenakan penutup kepala. Ia mengatakan akan terus memperjuangkan agar pahlawan wanita asal Aceh dipasangkan penutup kepala.

“Ini harkat dan martabat pejuang dan wanita Aceh. Saya akan terus berjuang untuk perkara ini sampai kemana pun walau sampai darah terakhir, walau saya harus tersungkur karenanya. Kita di Aceh sedang menggalakkan penggunaan pakaian dengan aturan syariat Islam dan penegakan hukumnya, jangan dilemahkan usaha tersebut dengan gambar sang pejuang tanpa penutup kepala,” pungkasnya. (mas) (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id