Bupati Aceh Besar Aktifkan 28 Keuchik | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bupati Aceh Besar Aktifkan 28 Keuchik

Bupati Aceh Besar Aktifkan 28 Keuchik
Foto Bupati Aceh Besar Aktifkan 28 Keuchik

BANDA ACEH – Bupati Aceh Besar, Ir Mawardi Ali, menepati janjinya saat kampanye pada pilkada lalu untuk mengaktifkan kembali 28 keuchik di Kecamatan Darul Imarah yang dipecat oleh bupati sebelumnya, Mukhlis Basyah, karena meminta bergabung dengan Banda Aceh pada 2016. Pengaktifan tersebut dibuktikan dengan surat bupati nomor 141/2/K/PD/2017 tertanggal 9 Agustus 2017.

Surat tersebut mencabut keputusan Bupati Aceh Besar nomor 141/21/K/PD/2016 tentang pemberhentian keuchik dan pengangkatan pejabat keuchik dalam wilayah Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar. Keputusan itu mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan perbaikan kembali sebagaimana mestinya.

Sekretaris Forum Keuchik Darul Imarah, Muslim SP, kepada Serambi Senin (14/8), mengapresiasi langkah cepat Bupati Mawardi yang mengaktifkan kembali jabatan 28 keuchik. Menurutnya, surat pengaktifan tersebut diserahkan langsung oleh Asisten I Setdakab Aceh Besar, Drs Mukhtar MSi kepada masing-masing keuchik untuk kembali melanjutkan roda pemerintahan di tingkat gampong yang selama ini dipimpin Pj.

Keuchik Gampong Punie itu mengaku, saat ini para keuchik sudah bisa kembali menjalankan tugas pemerintahan seperti sebelumnya. “Seperti di Gampong Punie, kita sudah mulai membuat rapat untuk membahas tentang pembangunan, masalah gampong, dan dana desa. Kami sangat berterimakasih kepada Bupati yang telah menunaikan janjinya saat kampanye dan kami sangat mengaguminya,” kata Muslim.

Diberitakan sebelumnya, ke-28 dari 32 keuchik dalam kecamatan Darul Imarah dipecat Bupati Mukhlis Basyah, Sabtu 17 September 2016. Mereka dipecat karena dianggap telah melakukan upaya ‘kudeta’ terhadap Pemkab Aceh Besar dengan cara para keuchik mengajukan permohonan untuk bergabung ke Kota Banda Aceh yang disampaikan ke DPRK dan Pemko Banda Aceh, Kamis 1 September 2016.

Para keuchik tidak menerima pemecatan itu dan melakukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh, tetapi gagal. Lalu, mereka mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan. Saat sidang masih bergulir, mereka mencabut gugatannya karena telah terjadi pergantian kepemimpinan dengan terpilihnya Mawardi Ali-Husaini A Wahab sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar.

Sekretaris Forum Keuchik Darul Imarah, Muslim SP kepada Serambi juga menyampaikan bahwa pihaknya berjanji siap membantu Pemkab Aceh Besar dengan tulus dan ikhlas dalam membangun daerah. Ia mengaku sangat optimis pembangunan Aceh Besar bisa terlaksana secara berkelanjutan dan berkeadilan ke depan.

Dia mengatakan, pengembalian SK jabatan keuchik telah menjadi sepirit baru bagi mereka dalam menjalankan tugasnya. Dengan pengembalian SK tesebut, katanya, Bupati Mawardi dinilai telah mengembalikan dan mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai pimpinan masyarakat tingkat gampong.

“Memang Keuchik ingin membantu pemerintah secara ikhlas, tapi memperjuangkan harga diri lebih diutamakan (apabila didiskriminasi). Saat ini Bupati telah mengembalikan harga diri ke 28 keuchik, kami mohon kapada masyarakat untuk bisa bekerja sama lagi dengan kami dalam membangun Darul Imarah pada khususnya dan Aceh Besar pada umumnya,” pungkasnya.(mas) (uri/atih/artanto/RH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id