Abdya Segera Bangun Refinery | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abdya Segera Bangun Refinery

Abdya Segera Bangun Refinery
Foto Abdya Segera Bangun Refinery

* Penegasan Irwandi Saat Lantik Akmal Ibrahim

BLANGPIDIE – Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf melantik Akmal Ibrahim SH dan Muslizar MT sebagai Bupati dan Wakil Bupati Abdya periode 2017-2022 pada sidang Paripurna Istimewa DPRK Abdya, Senin (14/8).

Dalam pidatonya Irwandi Yusuf berjanji akan melanjutkan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Abdya. Namun, bantuan yang diberikan bukan dana dari pemerintah daerah tetapi akan mencari dan mendatangkan investor ke Abdya untuk segera merealisasikan cita-cita Bupati Abdya.

“PKS akan kita lanjutkan, tidak lagi bicara pabrik CPO, langsung pabrik refinery (pengolahan minyak sawit) yang akan kita bangun,” kata Irwandi disambut tepuk tangan ratusan tamu undangan.

Untuk mewujudkan itu, Irwandi meminta Akmal segera mempersiapkan lahan sehingga bisa terwujud pada tahun 2018. “Mudah-mudahan dapat terjadi tahun 2018. Ekspor hasil refinery Insya Allah akan terjadi tahun 2021,” ujar Irwandi seraya meminta Wagub Aceh, Ir Nova Iriansyah yang hadir dalam paripurna istimewa itu untuk mencatat janjinya melanjutkan pembangunan PKS di Abdya.

Selain PKS, Irwandi juga berjanji akan membangun pelabuhan Surin, sehingga bisa menjadi pelabuhan penghubung, dan Aceh tidak lagi bergantung pada pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.

“Saya akan minta Menteri Susi agar pelabuhan ekspor tidak hanya di Belawan Medan, tapi juga ada di Aceh. Saya akan adu argumen dengan Ibu Susi. Jika ini terwujud, maka pembangunan pabrik refinery di Abdya akan lebih besar,” terangnya.

Dalam acara yang dihadiri oleh Staf Ahli Utama Maritim Kepresidenan, Dr M Riza Damanik, Irwandi berpesan kepada Akmal Ibrahim agar pembangunan daerah yang berbatasan dengan Nagan Raya dan Aceh Selatan itu tidak hanya berpangku pada hasil sawit, namun juga pada potensi lain seperti perikanan dan pariwisata.

“Potensi perikanan dan pariwisata di sini sangat tinggi. Tinggal macam mana menangkap dan menjaga kelestariannya. Jaga hutan TNGL. Barang tambang yang ada di Leuser agar tidak diotak-atik,” pinta Irwandi.

Barang tambang di perut bumi Aceh, lanjut Irwandi, merupakan warisan anak cucu sehingga harus dilindungi. Irwandi tidak menampik banyak pengusaha tambang yang meminta dia memberikan izin eksplorasi dengan menjual kabar deposit emas Aceh yang melebihi Irian.

Sosok Akmal
Dalam kesempatan itu, Irwandi mengaku memiliki hubungan emosional yang sangat dekat dengan Bupati Abdya periode 2017-2022. Ia mengenal Akmal sejak masih bekerja sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia, yang saat itu konflik masih berkecamuk di Aceh.

“Saat itu, kalau berita bagus, saya lupa mengucapkan terima kasih, tapi kalau berita jelek langsung saya telepon, dan saya tanyakan, ‘peu ka peuget nyan,” kenang Irwandi disambut gelak tawa hadirin.

Sejak itulah, Irwandi dan Akmal memiliki hubungan emosional yang dekat. “Perjalanan hidup kami hampir sama. Saya pernah memimpin Aceh di tahun 2007 dan kalah di tahun 2012. Akmal juga demikian,” kata Irwandi.

Bukan hanya itu, sambungnya, kekalahan pada periode 2007 itu membawa duka. Irwandi dilecehkan dengan berbagai fitnah. Ia dipukul seusai serah terima jabatan di Gedung DPRA. Sementara nasib Akmal tak jauh beda dengan Irwandi. Fitnah telah menyeret Akmal ke penjara. Namun, majelis hakim PN Tipikor Banda Aceh hingga Mahkamah Agung menyatakan Akmal tidak bersalah.

“Kekuasaan itu enak. Enak bagi yang menikmati. Tapi berat bagi yang memikul. Saya mensyukuri kekalahan pada 2012. Saya instrospeksi diri,” ungkapnya.

Menurutnya, kekalahan saat itu menjadi pengalaman, baik bagi dirinya mau pun bagi masyarakat. “Sekarang saudara Akmal dan saya terpilih lagi untuk menyelesaikan program dulu yang belum selesai,” tegas mantan ahli propaganda GAM itu disambut gemuruh tepuk tangan.

Irwandi masih ingat, bantuan yang ia berikan pada periode lalu, yaitu pembangunan pabrik kelapa sawit, membuat Akmal Ibrahim harus berurusan dengan penegak hukum, namun seluruh persoalan itu tuntas dan Akmal kembali menjadi Bupati Abdya.

Acara pelantikan itu dihadiri lebih kurang 3.000 tamu undangan dari kalangan birokrat, politisi, ulama, dan tokoh masyarakat dari Abdya dan luar daerah.

Dari birokrat antara lain Bupati Aceh Barat T Alaidinsyah, Bupati Nagan raya T Zulkarnani, Wali Kota Subulussalam Merah Sakti SH, Wakil Bupati Nagan Raya Jamin Idham yang juga Bupati Nagan Raya terpilih, dan Bupati Gayo Lues terpilih Muhammad Amru.

Dari politisi antara lain anggota DPR-RI Muslim Ayub (PAN), Irmawan (PKB), anggota DPRA antara lain Yunardi Natsir (NasDem), Tanwir Mahdi (Demokrat), Hendriyono (PKPI), Tgk Khalidi, Siti Nahziah (PA) dan sejumlah ketua dan pengurus partai politik pendukung Akmal-Muslizar. (c50/nun) (uri/anni/addad/BH)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id