Korupsi Dana BPBD Simeulue Sistematis | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Korupsi Dana BPBD Simeulue Sistematis

Foto Korupsi Dana BPBD Simeulue Sistematis

* Berkas Tahap Dua Menyusul

SINABANG – Kapolres Simeulue AKBP Edi Bastari mengatakan korupsi dana bantuan berpola hibah pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue yang merugikan keuangan negara senilai Rp 3,1 miliar lebih dilakukan sistematis dan berjamaah.

“Artinya, ada pihak yang terlibat langsung mengetahui dan mengelola serta menikmati aliran dana tersebut. Sedangkan sebagiannya lagi ikut serta membantu, namun tidak ikut menikmati,” kata Edi Bastari kepada Serambi kemarin. Kapolres menegaskan pihaknya akan terus mengusut kasus tersebut dan tidak membiarkan para pelaku lolos dari jeratan hukum manakala ada yang terbukti ikut serta.

“Tidak ada satu pun yang lolos dari kasus korupsi ini dari jeratan hukum manakala terbukti ikut terlibat. Tidak ada satu pun yang masuk angin atau dipetieskan, proses hukumnya masih terus berjalan dan dalam pengawasan penuh,” tegas Edi Bastari. Menurut Kapolres untuk saat ini polisi baru menetapkan satu tersangka yakni mantan kepala BPBD Simeulue Mulyadinsyah.

“Untuk saksi-saksi dalam kasus ini sudah 21 saksi yang diperiksa,” sebutnya. Sebelumnya penyidik Polres Simeulue telah melimpahkan berkas tersangka korupsi dana bantuan berpola hibah pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue ke Kejaksaan Negeri Sinabang pada 4 Februari lalu. Penyerahan berkas tersebut merupakan tahap pertama setelah kasus tersebut mulai ditangani pinyidik Polres Simeulue.

Kapolres Simeulue AKBP Edi Bastari menyebutakn paling sedikit enam orang bakal ditetapkan menjadi tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan berpola hibah pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue tahun 2011 tersebut. “Mereka ada yang berperan sebagai pelaku aktif tiga orang dan selebihnya pelaku pasif,” katanya. Berkas tersangka baru ini akan dilimpahkan ke jaksa setelah berkas tahap pertama dinyatakan lengkap (P21).

Kapolres meminta masyarakat Simeulue tidak perlu ragu karena pihaknya akan mengungkap semua pelaku, namun tidak dilakukan secara buru-buru. Dia sebutkan penetapan tersangka baru tersebut merupakan peningkatan status dari saksi yang pernah dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Polres Simeulue. Selain itu, penetapan tersangka baru juga didukung dengan data tambahan berdasarkan hasil audit tim ahli dari PPATK dan saksi ahli tindak pidana korupsi.(sm) (uri/ngbert/atoel/EL)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id