Bocah Rahmati, Berusaha Mandiri dalam Keterbatasan | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bocah Rahmati, Berusaha Mandiri dalam Keterbatasan

Bocah Rahmati, Berusaha Mandiri dalam Keterbatasan
Foto Bocah Rahmati, Berusaha Mandiri dalam Keterbatasan

BOCAH perempuan bernama Rahmati yang kini berusia enam tahun itu tetap ceria sebagaimana anak-anak seusinya. Rahmati ditakdirkan lahir dengan kondisi tanpa kedua lengan dan kaki kanannya lebih panjang dari kaki kiri.

Bocah berkulit putih itu merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri, Marzuki (44)-Ainun Mardhiah (42), warga Dusun Cot Balam, Desa Lueng Gayo, Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya. Kakak dan abangnya, Wardah (11) dan Fachrizal (9) lahir dengan kondisi normal.

Menurut kedua orangtuanya, Rahmati lahir dengan cacat bawaan. Dalam kondisi yang tidak memiliki anggota tubuh lengkap itu, Rahmati tumbuh layaknya anak-anak lain yang terlahir normal.

Saat Serambi menyambangi rumahnya, Senin (14/8), Rahmati terlihat lincah bermain di antara teman-teman seusianya. Tawanya lepas namun agak pendiam. Saat diajak bicara, dia lebih banyak tersenyum sambil bergayut manja di pangkuan ayah dan ibundanya.

Menurut ayah dan ibunya, dalam usia yang baru enam tahun, Rahmati sudah berupaya untuk tidak terlalu tergantung dengan orang lain. Dia sudah bisa makan, minum, dan mandi sendiri menggunakan kedua kakinya dan membersihkan bagian belakang dengan cara menggosokkan ke dinding. Ia juga terus belajar seperti menulis dengan mengapit pulpen di jari kaki kirinya yang kecil dan belajar memakai baju.

Saat makan, Rahmati lebih memilih tak memakai sendok, tapi lebih suka menggunakan kakinya. “Kami terharu melihat semangat hidupnya. Kasih sayang kami, termasuk dari abang dan kakaknya semakin tercurah pada Rahmati,” ujar sang ibu sambil memangku manja si buah hati yang kini sudah bersekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Cot Trap, Kecamatan Teunom.

Marzuki yang sehari-hari bekerja sebagai petani terus berupaya membekali putra-putrinya dengan pendidikan. Khusus untuk Rahmati, pada 2016 lalu Dinas Soal Aceh Jaya membantu uang dan satu unit kursi roda. “Kami berterima kasih atas perhatian dan rasa simpati berbagai pihak untuk putri kami. Semoga dia tumbuh menjadi anak yang sukses meski dengan keterbatasan anggota tubuh,” ujar Marzuki dengan sorot mata berbinar.(sa’dul bahri) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id