Sistem Moving Class Beri Nilai Tambah | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Sistem Moving Class Beri Nilai Tambah

Foto Sistem Moving Class Beri Nilai Tambah

BIREUEN-Sistem belajar murid berpindah dari satu kelas ke kelas lain atau moving class yang diterapkan sejak empat tahun lalu di SMPN 1 Kuala Bireuen semakin lancar. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah, baik bagi siswa maupun guru.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN 1 Kuala, Jufri SPd kepada Serambi, Senin (21/3) kemarin, saat berkunjung ke sekolah tersebut, yang merupakan satu-satunya sekolah di Bireuen menjalankan sistem moving class.

Amatan Serambi, usai upacara rutin Senin kemarin, para siswa berhamburan dan mencari ruang belajar bidang studi masing-masing, sedangkan guru sudah berada di ruangan menunggu siswanya. Dalam ruangan letak kursi ada berbentuk leter U, ada yang melingkar dan bentuk lainnya, beda dengan sekolah lain pada umumnya.

Di sekeliling ruangan terdapat berbagai gambar menurut bidang studi di ruangan itu. Misalnya, ruangan belajar agama, berbagai tulisan tentang agama berjejer di dinding sekolah. Begitu juga bidang studi IPS, berbagai gambar tokoh nasional berjejer di dinding ruangan belajar.

Di ruangan bidang studi agama kemarin, guru mengajak murid untuk belajar di halaman sekolah. Mereka diabsensi, siswa duduk bersimpuh di halaman, dan guru mulai menerangkan serta diskusi.

Jufri menjelaskan, sistem moving clas adalah siswa berjalan mencari ruangan bidang studi. Di setiap ruang belajar tertulis di pintu masuk, ruang belajar matematika, IPA, IPS, matematika, dan lainnya. Guru bidang studi IPA tetap berada dalam ruangan menunggu siswa, usai siswa kelas I, kemudian masuk siswa kelas II, dan begitu seterusnya.

“Memang beda dengan sistem konvensional, para siswa tetap dalam satu ruangan, guru yang masuk ke ruangan tersebut. Sedangkan moving class, siswa yang keluar, sedangkan guru tetap di ruangan tersebut dan tidak ada ruangan khusus untuk guru,” ujarnya.

Menjawab Serambi keuntungan moving class, Jufri mengatakan, proses belajar terbina dengan baik. Guru dan murid semakin displin, pembentukan karakter siswa lebih mudah. Selain itu, guru harus terus belajar setiap saat, melahirkan inovasi baru dalam mengajar.

Beberapa waktu lalu, tim diudang ke beberapa SMP dan SMA di Pidie Jaya dan beberapa sekolah lainnya di Bireuen. Moving class di SMPN 1 Kuala sudah berjalan empat tahun lalu. Dua sekolah lainnya, yaitu SMPN 8 Peusangan dan SMPN 2 Peudada baru menerapkan setahun yang lalu.

SMPN 1 Kuala berada di Desa Lancok-lancok, berjarak 2 kim arah utara Bireuen. Jumlah murid 187 orang, guru PNS 20 orang, dan non-PNS 25 orang. Terdapat sembilan ruang belajar, yaitu ruang Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PKN, Agama, Bahasa Inggris, Olahraga, serta ruangan bidang studi Kesenian disatukan dengan ruangan keterampilan.

Kadis P dan K Bireuen, Drs Nasrul Yuliansyah M Pd kepada Serambi, kemarin menyebutkan, penerapan sistem moving class di SMPN1 Kuala adalah pertama di Bireuen. Ini menjadi sekolah rujukan bagi sekolah lainnya di Bireuen maupun luar Bireuen.

Hasil pantauan dinas setiap triwulan, sistem tersebut menambah semangat belajar para siswa. Sebab, guru harus terus menambah pengetahuan dan wawasan pada bidang studi yang diasuhnya.

Keunggulannya, pembentukan karakter siswa, pemahaman bidang studi dan lainnya semakin baik. Guru tetap di ruangan dan berbagai fasilitas pendukung bidang studi tersedia dalam ruangan tersebut.

Dinas terus mengevaluasi sistem tersebut untuk lebih baik dan akan diterapkan pada sekolah lainnya. “Kalau di kota-kota besar, sistem tersebut lebih dominan dari konvensional, apalagi sekolah swasta hampir semua menerapkan sistem tersebut,” ujar Nasrul Yuliansyah.

Penerapan moving class adalah berdasarkan UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar pendidikan sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pendidikan.(yus) (uri/itri/elmeizar/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id