Disarankan, BBTNGL Pindah ke Aceh | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Disarankan, BBTNGL Pindah ke Aceh

Disarankan, BBTNGL Pindah ke Aceh
Foto Disarankan, BBTNGL Pindah ke Aceh

KUTACANE – Anggota Komisi IV DPR RI dari Partai Golkar H M Salim Fakhri SE MM mengatakan, Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) yang selama ini berada di Medan tidak bermanfaat bagi masyarakat Aceh. Seharusnya Kantor BBTNGL itu berpusat di Aceh, karena hutan lindungnya pun sebagian besarnya berada di Bumi Serambi Mekkah. “Kantor BBTNGL lebih menguntungkan bagi rakyat Aceh kalau dipindahkan ke Agara atau Banda Aceh, karena ada 10 kabupaten/kota yang saling berhubungan dengan BBTNGL,” ujar M Salim Fakhri kepada Serambi di Agara, Minggu (13/8), disela-sela kegiatan reses di Kecamatan Lawe Bulan.

Menurut dia, selama ini pengawasan terhadap hutan lindung dan Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sangat lemah, sehingga terjadilah perambahan hutan. Seandainya dari awal kantor BBTNGL itu di Aceh, mungkin pengawasan hutan lindung dan TNGL bisa lebih efektif dilakukan. Balai juga mestinya memberikan patok atau batasan-batasan serta pamflet di kawasan hutan lindung maupun TNGL, sehingga masyarakat lebih paham dan tidak melakukan perambahan liar. “Hutan kita selamatkan, rakyat kita sejahterakan. Jangan hanya memberikan tindakan terhadap petani di kaki gunung leuser, tapi kita juga harus memberikan solusi bagi masyarakat petani demi peningkatan kesejahteraan perekonomian mereka,” ujar M Salim Fakhri yang juga mantan Ketua DPRK Agara.

Menurut dia, sebulan yang lalu, pihaknya dalam rapat dengar pendapat (RDP) sudah menyampaikan persoalan ini kepada Menteri Kehutanan. Di hadapan sang menteri dan jajarannya, Salim Fakhri menyarankan kantor BBTNGL dipindahkan dari Sumatera Utara ke Aceh. “Menteri kehutanan sangat mendukung kantor BBTNGL berada di Aceh. Insya Allah kalau kantor BBTNGL pindah ke Aceh akan membawa manfaat besar bagi rakyat Aceh,” ungkap Salim Fakhri yang merupakan anggota DPR RI dari daerah pemilihan Aceh I.

Secara terpisah, Direktur Walhi Aceh M Nur mengatakan, pihaknya sebetulnya telah menyurati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI melalui Ombudsman RI Perwakilan Aceh, dua bulan silam, yang intinya memohon KLHK memindahkan Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser ke Aceh.

Dikatakan M Nur, ada sejumlah alasan mengapa Walhi Aceh menilai penting pemindahan BBTNGL. Pertama, kata M Nur, 70 persen kawasan ekosistem leuser berada di Aceh. Hanya 30 persen arealnya berada di Sumatera Utara. Jika kantornya di Aceh, akan memudahkan koordinasi dalam perlindungan pemanfaatan dan kelestarian Kawasan Ekosistem Leuser.

Kedua, jika kantornya berada di Aceh, belanja untuk kebutuhan pengelolaan leuser juga akan menguntungkan Aceh. Ketiga, Aceh tidak lagi konflik. Dulu BBTNGL berpusat di Medan dengan alasan keamanan. Dengan datangnya perdamaian, menurut M Nur, maka kini menjadi kehilangan argumentasi bagi pihak-pihak yang masih getol mempertahankan kantor tersebut di Sumatera Utara. “Tidak harus pindah ke Banda Aceh. Bisa di Takengon yang posisinya di tengah-tengah atau daerah lainnya,” kata M Nur.

Selama ini berbagai proyek energi berada di dalam kawasan leuser, yang dikoordinir BBTNGL, sehingga menjadi sangat menguntungkan bagi Aceh jika kantornya di Tanah Rencong ini. “Selain itu, pemerintah Aceh juga harus memfasilitasinya dan proaktif, sehingga pemerintah pusat menyetujuinya. Jangan diam saja seperti selama ini, “ tandas Direktur Walhi Aceh ini.(as/sak) (uri/nton/ariana/AM)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id