Hakim Tolak Praperadilan Tersangka | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Hakim Tolak Praperadilan Tersangka

  • Reporter:
  • Selasa, Maret 22, 2016
Foto Hakim Tolak Praperadilan Tersangka

MEULABOH – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Aceh Barat menolak permohonan praperadilan yang dilayangkan Agus Dianto (32), tersangka kasus dugaan penggelapan dana proyek dengan termohon Polres Aceh Barat. Hakim meminta kasus yang sedang diusut tersebut agar diteruskan oleh termohon hingga ke pengadilan.

Hal itu tertuang dalam putusan sidang praperadilan di PN Meulaboh dengan hakim tunggal Al-Qudri SH, Senin (21/3). Sidang praperadilan turut dihadiri pemohon, Agus Dianto didamping penasehat hukum Hendrawan Sofyan SH dan termohon Polres Aceh Barat dihadiri Kasat Reskrim AKP Hardy Meladi Kadir SIK didampingi kuasa hukum Bripka Fachmi.

Hakim menyatakan penetapan tersangka oleh termohon dalam kasus ini sudah sesuai prosedur. Sedangkan kasus tersebut sudah diserahkan ke jaksa oleh termohon. Karena itulah hakim menolak semua perpemohonan pemohon dan meminta kasus ini diteruskan hingga ke pengadilan.

Seperti diberitakan, Agus Dianto, tersangka kasus dugaan penggelapan dana proyek mempraperadilan Polres Aceh Barat. Tersangka mengaku sudah 2 tahun 6 bulan ditetapkan sebagai tersangka tetapi kasus tersebut belum berlanjut hingga pengadilan. Sementara pihak Polres Aceh Barat menyatakan penetapan tersangka Agus Dianto sudah sesuai prosedur.

Dalam replik tersangka Agus Dianto menyatakan penyidik Polres Aceh Barat dilaporkan telah menyita cek hingga Rp 2,5 miliar dari Agus Dianto (32), dalam kasus dugaan penggelapan dana proyek yang dijadikan sebagai barang bukti (BB). Hingga kini uang tersebut masih disita polisi tanpa ada surat perintah dan berita acara penyitaan. Bahkan Agus Dianto menyebutkan ia mendapat tekanan dan pemaksaan dengan ancaman akan ditahan apabila tidak membuka cek dan bilyet giro sehingga ia terpaksa membukanya pada Mei 2013 silam dan menyerahkan kepada polisi.

Sementara Polres Aceh Barat dalam duplik menyatakan penetapan tersangka kepada Agus Dianto (32) sudah sesuai prosedur. Pengusutan kasus dugaan penggelapan dana proyek ini berdasarkan laporan warga ke Polres yang menjadi korban. Kasus tersebut sudah pernah dilimpahkan oleh penyidik Polres ke jaksa penuntut umum (JPU).

Namun demikian kasus ini masih dalam proses pengusutan polisi karena masih harus dilengkapi sesuai arahan JPU untuk diteruskan ke pengadilan. Pihak termohon yakni Polres Aceh Barat juga menyatakan barang bukti (BB) yang disita dari tersangka Agus sudah sesuai prosedur.

Agus Dianto kepada wartawan kemarin di sela persidangan menyatakan, akan melihat dulu pertimbangan hakim yang menolak praperadilan yang dilayangkan pihaknya. Bahkan dalam persidangan sudah disampaikan terhadap dasar pihaknya melayangkan praperadilan ini. “Bagi kami terhadap penetapan tersangka dan penyitaan cek sebagai barang bukti tetap tidak kami terima,” kata Agus melalui Kuasa Hukum Hendrawan Sofyan SH.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Aceh Barat AKP Hardy Meladi Kadir SIK di sela persidangan menyebutkan penyidikan kasus ini akan berlanjut sesuai petunjuk jaksa. Sedangkan langkah apa saja yang akan dilakukan, polisi masih menunggu salin putusan majelis hakim. “Sudah dilihat tadi, semua yang diajukan pemohon ditolak. Kasus itu tetap lanjut,” katanya.(riz) (uri/hon//JK)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id