Lagi, Saman Gayo Pecahkan Rekor | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Lagi, Saman Gayo Pecahkan Rekor

Lagi, Saman Gayo Pecahkan Rekor
Foto Lagi, Saman Gayo Pecahkan Rekor

* Total Penari 12.262 Orang

BLANGKEJEREN – Sebanyak 12.262 penari saman massal mengguncang Lapangan Stadion Seribu Bukit Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus), Minggu (13/8). Dalam pertunjukan kolosal itu ribuan masyarakat tumpah ruah ke jalan raya maupun di lapangan tersebut untuk menyaksikannya. Galus bagaikan “lautan manusia” saat itu. Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pun ikut hadir.

Dari segi jumlah, penampilan saman kali ini tergolong spektakuler. Direncanakan 10.001 orang, tapi realisasinya mencapai 12.262 penari. Atas prestasi ini, Pemerintah Kabupaten Galus pun memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas namanya sendiri yang tercipta tahun 2014 dengan total penari 8.022 orang.

Penari saman kali ini berasal dari 145 desa di sebelas kecamatan dalam Kabupaten Galus. Ditambah lagi utusan dan peserta saman dari kabupaten tetangga, yakni Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Penari saman juga direkrut dari instansi pemerintah di tingkat kabupaten dan instansi vertikal.

Pergelaran saman massal itu berjalan sukses dan berlangsung meriah. Turut disaksikan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama Wakil Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan Anggota DPR RI Komisi X. Juga hadir perwakilan Dirjen Kementerian dan Kebudayaan, serta ribuan masyarakat dari berbagai pelosok desa di Galus maupun dari kabupaten tetangga.

Gubernur Irwandi Yusuf mengatakan, tari saman sudah menjadi milik dunia sebagai warisan budaya tak benda yang diciptakan oleh masyarakat Gayo Lues dan sudah diakui oleh Unesco pada tahun 2014. Bahkan penampilan kali ini merupakan angka spektakuler dalam pertunjukan kolosal tersebut.

“Jumlah penarinya 12.262 orang. Tentulah ini bukan jumlah sedikit. Bahkan sulit rasanya untuk mengerahkan masyarakat dan menggerakkan mereka dengan rapi dan kompak dalam suatu pertunjukan. Tapi hari ini Galus mampu menampilkan tari saman yang kompak,” puji Irwandi.

Pergelaran saman itu juga diisi dengan penampilan tari bines dengan melibatkan ratusan perempuan dari Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) Galus. Juga diisi dengan pembacaan puisi oleh seniman asal Gayo di Jakarta yang juga Wartawan Serambi Indonesia, Fikar W Eda, bersama rekannya.

Pemkab Galus juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegiat, pionir, dan penggerak tari saman di kabupaten itu. (c40) (uri/atrya/ratama/SP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id