Diuji 2 Guru Besar Bahasa Arab, Putra Aceh di Kairo Dapat Cumlaude | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Diuji 2 Guru Besar Bahasa Arab, Putra Aceh di Kairo Dapat Cumlaude

Diuji 2 Guru Besar Bahasa Arab, Putra Aceh di Kairo Dapat Cumlaude
Foto Diuji 2 Guru Besar Bahasa Arab, Putra Aceh di Kairo Dapat Cumlaude

URI.co.id, BANDA ACEH – Seorang putra Aceh yang sedang mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, mendapat nilai mumtaz (cumlaude), setelah mengikuti sidang munaqasyah, di kampus setempat.

Adalah Tgk Samsul Bahri bin Taufiq, putra Aceh kelahiran Meulaboh, Aceh Barat, mahasiswa program Magister Universitas Al-Azhar dengan konsentrasi lughawiyat.

Ia berhasil membuat decak kagum dua guru bahasa Arab Al-Azhar dalam sidang munaqasyah yang berlangsung di gedung auditorium, Fakultas Lughah Al-Arabiyah Universitas Al-Azhar, Sabtu (12/8/2017).

Baca: Uniknya Sistem Kuliah di Al Azhar

Adapun dua guru besar Bahasa Arab yang menguji Sasmul, Prof Dr Abdul Adzim Fathi Khalil Asy-Sya’ir dan Prof Dr Su’ad Yusuf Abdul Mujid Isa. Sidang itu dipimpin oleh Prof Dr Ahmad ‘Aid Abdul Fatah Hasan, selaku pembimbing Tgk Samsul yang juga seorang guru besar di kampus itu.

Penelitian Tgk Samsul berjudul ‘Studi dan Ororasi (authorization/Documentation) Pendapat Imam Damamini Perihal Ilmu Nahwu dan Sharaf dalam kitab Hasyiyah Al-Mudabighi ‘ala Syarh Al-Asymuni ‘ala Alfiyah’.

“Penelitian ini berhasil membuat decak kagum para penguji, mereka tidak henti-hentinya memuji isi dan metode yang digunakan,” kata Ketua Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir, Tgk Khalid Muddatstsir Lc, dalam siaran pers kepada URI.co.id.

Bahkan, katanya, Dr Abdul Adzim sempat mengatakan, jika saja tidak ada sedikit kesalahan sederhana yang terdapat dalam tesis tersebut, maka hasil penelitian ilmiah yang dilakukan Tgk Samsul menjadi yang terbaik di bidangnya.

Baca: Mahasiswa Aceh Raih Magister Summa Cum Laude di Al Azhar

Sedangkan Dr Su’ad yang merupakan salah seorang ahli ushul lughah di Mesir juga memuji metode yang digunakan. “Ada pembahasan yang dirangkum dengan metodologi yang tidak biasanya dipakai, namun membuahkan hasil yang luar biasa,” kata Dr Su’ad seperti dikutip dalam siaran pers tersebut.

Tgk Samsul sendiri memulai perjuangannya di program magister universitas Al-Azhar sejak tahun 2011. Menurut Ketua KMA, ia terkenal tekun belajar semasa pendidikannya. “Munaqasyah berjalan lancar. Sidang ini juga dipenuhi oleh warga Aceh yang ada di Mesir dan mahasiswa Indonesia, serta dari negara lainnya,” pungkas Tgk Khalid Muddatstsir. (uri/wi/ovi/ovianti/DNN)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id