Bangkitnya Ajaran Kesufian Nusantara | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Bangkitnya Ajaran Kesufian Nusantara

Bangkitnya Ajaran Kesufian Nusantara
Foto Bangkitnya Ajaran Kesufian Nusantara

SEMPAT dianggap sebagai aliran sesat dan menyesatkan, oleh sebagian dari MPU Aceh dan ulamaulama pesantren yang besar di Aceh, baik di Aceh Selatan, Aceh Utara, Pidie, dan Aceh Timur, kini ilmu kesufian Tauhid dan Tasawuf yang digagas dan disyiarkan oleh Abuya Amran

Wali telah diakui oleh ulama dari negara tetangga. Bahkan saat saat awal itu, fitnah yang dilemparkan terhadap Abuya Amran Wali dan pengikut jaran Tauhid Tasawuf itu sangat berbahaya dalam perjalanan kehidupan Umat Islam di Aceh.

Abuya mengembangkan Ilmu Kesufian melalui wadah yang diberi nama Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf. Dalam perkembangan awal itulah, terjadi banyak hambatan dan rintangan, termasuk tudingan sesat, seperti di atas.

Namun dengan semangat keikhlasan serta demi akidah umat, akhirnya kini ilmu ke- sufian dalam wujud tauhid dan tasawuf telah diterima di seantero nusantara. Bukan hanya umat Islam secara general, kaum ulama dari dalam dan luar negeri juga kini telah mengapresiasi ilmu kesufian yang digagas oleh Abuya Amran Wali.

Bukti nyata dari apresiasi dan kecintaan ilmu kesufian Abuya Amran Wali itu, adalah terlaksananya Muzakarah Majelis Pengajian Tauhid Tasawuf (PMTT) sebanyak empat kali. Ini adalah bukti kecintaan umat islam terhadap kesufian makin kental.

Kebangkitan ajaran kesufian Abuya Amran Wali ditandai dengan rangkaian sukses besar pelaksanaan Muzakarah PMTT, dan salah satu kegiatan yang paling fenomenal adalah Muzakarah Tauhid Tasawuf se-Asia Tenggara yang ke-3 pada 6-8 Juni2014.

Pertemuan para ulama ini menghadirkan pemateri dari Turki, Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Singapura, Surabaya, Jakarta, dan Aceh. Sedangkan pesertanya berasal dari berbagai negara, di antaranya Thailand, Kamboja, Malaysia dan Indonesia.

Muzakarah tersebut dibuka Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar di halaman Kantor Bupati Aceh Barat Daya, di Blangpidie. Selama tiga hari, perhelatan besar tersebut diikuti ratusan ulama dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya, 400 pimpinan dayah se-Aceh, 80 ulama nasional (Medan, Padang, Pekanbaru, Lampung, Surabaya dan Sulawesi), serta 70 ulama dari luar negeri (Malaysia, Thailand, Brunai Darussalam, Singapura dan Turki). Ratusan ulama ini tergabung ke dalam Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf (MPTT).

Ajaran kesufian itu makin terasa membumi ketika Abuya Syekh Amran Wali menggagas zikir dengan nama Rateeb Siribee. Puluhan ribu umat senantiasa terlibat saat perhelatan zikir akbar Rateeb Siribee, di berbagai daerah. Kini upaya Abuya Amran Wali telah membuahkan hasil manis. Ajaran kesufian makin membumi di Nusantara dan belahan dunia luar sana.(**) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id