Ayo ke Bur Lancuk Leweng! | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ayo ke Bur Lancuk Leweng!

Ayo ke Bur Lancuk Leweng!
Foto Ayo ke Bur Lancuk Leweng!

Seputaran Danau Laut Tawar yang dikelilingi perbukitan ternyata menyimpan sejumlah objek wisata menakjubkan. Salah satunya, Bur (puncak) Lancuk Leweng di Kampung Asir-Asir, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, tempat ketinggian untuk menikmati birunya hamparan danau atau juga jejeran bangunan di Kota Takengon.

Bur Lancuk Leweng, awalnya hanyalah perbukitan yang tidak produktif dengan status lahan adat dan dipenuhi semak belukar dan ilalang. Kini, puncak bukit itu telah berubah drastis melalui tangan-tangan para pemuda desa yang tanpa lelah menapaki puncak untuk membersihkan dan membenahi area wisata itu.

Kini, Bur Lancuk Leweng mulai dikenal sebagai salah satu objek wisata baru di Dataran Tinggi Gayo (DTG). Lokasinya berada di ketinggian 1.600 MDPL lebih, menyajikan pemandangan Kota Takengon dan pernah dijadikan sebagai tempat olahraga paralayang, terbang di udara melintasi danau.

Melihat potensi Bur Lancuk Leweng, sejumlah bebujang (pemuda) Kampung Asir-Asir, mencoba mencari cara untuk “membangunkan” puncak bukit itu. “Awalnya lahir dari bincang-bincang kecil. Tapi akhirnya kami serius untuk mengolah Bur Lancuk Leweng sebagai salah satu objek wisata di Takengon,” kata Almer Agung Islami, pemuda Kampung Asir-Asir, Selasa (8/8).

Untuk mencapai Puncak Lancuk Leweng, dia bersama rekannya harus mempersiapkan tenaga ekstra. Pasalnya, belum ada akses jalan menuju kawasan itu, karena harus menapaki lereng bukit dan menembus semak belukar. Namun rasa letih terbayarkan setelah tiba di puncak dengan Suguhan pemandangan Kota Takengon dari ketinggian membuat rasa penat hilang seketika.

Bur Lancuk Leweng, kini bukan hanya sekedar semak belukar yang dibiarkan “tertidur pulas”. Bermodalkan kekuatan gotong royong, para pemuda Kampung Asir-Asir, bahu membahu “mendandani” puncak Lancuk Leweng. “Saat ini, kita sedang melakukan pembenahan lokasi. Nanti baru aksesnya kesana diperbaiki,” imbuh Agung.

Walaupun akses jalan masih terjal, sudah banyak wisatawan memposting beberapa foto, dengan caption (keterangan foto) “Camping di Bur Lancuk Leweng”. Dalam foto yang mereka posting di media sosial, terlihat sejumlah pemuda menghadap ke arah matahari terbit sembari memandang bentangan Kota Dingin Takengon.

Puncak Lancuk Leweng, sebuah bukit yang ditumbuhi ilalang. Beberapa batang pohon damar berdiri gagah di tebing-tebing bukit. Puncak tertinggi bukit itu, diperkirakan mencapai 1.600 Meter Dari Permukaan Laut (MDPL). Berdasarkan penuturan para tetua di daerah itu, Bur Lancuk Leweng memiliki sejumlah makna.

Sebutan Bur bermakna gunung atau bukit. Sedangkan Lancuk adalah puncak tertinggi dan Leweng diartikan kemiringan. Jadi bisa disimpulkan, bahwa Bur Lancuk Leweng memiliki arti puncak tertinggi dengan kemiringan tebing yang terjal.

Meski terbilang baru, namun Bur Lancuk Leweng, perlahan mulai dikenal. Foto foto tentang puncak bukit itu, berseliweran di medsos. Bahkan dalam waktu dekat, untuk memperkenalkan objek wisata itu, digagas kegiatan kemah bersama dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 RI. Ayo nikmati panorama Kota Takengon dari Bur Lancuk Leweng.(Mahyadi) (uri/aradhia/ayanti/FD)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id