Abusyik Dukung Penuh Pabrik Semen | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Abusyik Dukung Penuh Pabrik Semen

Abusyik Dukung Penuh Pabrik Semen
Foto Abusyik Dukung Penuh Pabrik Semen

SIGLI – Bupati Pidie, Roni Ahmad yang lebih kerap disapa Abusyik, mendukung penuh terwujudnya pabrik semen PT Semen Indonesia Aceh (SIA) yang berlokasi di Kecamatan Muara Tiga dan Batee. Warga dimintanya untuk mendukung serta tidak terpengaruh dengan isu murahan.

“Saya mendukung penuh terhadap terwujudnya pembangunan pabrik semen yang berada di Batee dan Laweung (Muara Tiga),” ujar Abusyik kepada Serambi di Sigli, Jumat (11/8).

Pernyataan ini juga ia sampaikan saat beraudensi dengan Direktur Utama PT SIA di Hotel Safira Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Kamis (10/8).

Menurut Abusyik, dengan terwujudnya pembangunan pabrik semen ini, maka akan melahirkan multiplier effect terhadap masyarakat itu sendiri. “Tentunya, bisa menyerap tenaga kerja lokal, khususnya warga Pidie,” kata Abusyik.

Selain itu, lanjutnya, juga dapat meningkatkan income bagi pendapatan asli daerah (PAD), sehingga dengan sendirinya kesejahteraan bagi masyarakat dapat terwujud. “Dengan munculnya pabrik semen ini dengan sendirinya juga dapat mengantisipasi kelangkaan semen di Aceh seperti halnya saat ini,” ujar Abusyik.

Ia juga berharap, dengan pembangunan pabrik semen ini bisa menjawab berbagai persoalan, terutama dalam menekan angka pengangguran serta dapat mencerdaskan anak daerah melalui program CSR.

“Saya juga menghimbau agar masyarakat mendukung penuh terwujudnya pabrik semen ini serta tidak terpengaruh dengan isu-isu murahan yang tidak bertangung jawab,” tegasnya.

Masalah lahan
Sementara itu, permasalahan lahan masih menjadi kendala utama yang menghambat pembangunan pabrik semen di Laweung, Kabupaten Pidie.

Lahan untuk pabrik semen yang dibangun PT SIA itu meliputi dua kecamatan, yakni Kecamatan Muara Tiga dan Kecamatan Batee. “Di dua kecamatan ini masih ada pihak-pihak yang belum mendukung sepenuhnya pembangunan pabrik semen di Laweung, seperti masih adanya kendala lahan dan masalah lingkungan sosial lainnya,” ujar Humas PT SIA, Marjoni.

Hal itu diungkapkan Marjoni dalam talkshow interaktif Cakrawala di Radio Serambi FM 90,2 MHz saat menjadi narasumber tamu membedah Editorial (Salam) Harian Serambi Indonesia, Jumat (11/8) pagi. Sedangkan narasumber internal dari Serambi Group adalah Nurdinsyam, Redaktur Pelaksana Harian Prohaba yang dipandu oleh host Dosi Alfian.

Dalam talkshow itu, Marjoni mengatakan perlu kerja keras pihak pemerintah dan perusahaan untuk meyakinkan masyarakat agar memahami manfaat kehadiran pabrik semen di Laweung.

Keberadaan PT SIA di Laweung, lanjut Marjoni, bukan saja kepentingan pemerintah, tetapi juga akan lebih berdampak ganda. Di samping bermanfaat bagi Pemerintah Aceh, juga berdampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Laweung. Marjoni menegaskan, pembangunan pabrik semen di Laweung akan mengutamakan tenaga kerja lokal dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Untuk itu, masyarakat tak perlu resah menyikapi isu-isu negatif yang berkembang di tengah masyarakat. “Seperti halnya perusahaan Semen Padang, PT SIA juga akan mempekerjakan tanaga kerja lokal dan menjaga lingkungan,” ujarnya.

Marjoni mengakui, masih banyak gerakan yang menentang pembangunan pabrik semen di Laweung. Ia mengaku mendengar sejumlah orang di sekitar Gua Tujoh Laweung menghasut warga untuk menentang pembangunan pabrik semen itu. “Jika ini masalahnya, maka lebih baik kita bermusyawarah secara elegan, untuk mencari solusi terbaik demi percepatan pembangunan pabrik semen PT SIA,” ujar Marjoni.

Ia tambahkan, sesuai rencana, pembangunan konstruksi pabrik semen Laweung diperkirakan selesai pada September 2020 dan beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2020. Sedangkan sekarang, pelaksana proyek masih tahap membangun fasilitas pendukung seperti masjid, kantor proyek, jalan akses ke lokasi pabrik, dan pembersihan lahan. “Setelah fasilitas pendudung ini selesai, akan dimulai dengan pembangunan fisik pabrik semen.”

Saat pabrik semen PT SIA Laweung berproduksi, katanya, distribusi semen diutamakan di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Riau, dan sebagian Sumatera Barat (Sumbar). Khusus untuk pasar Sumbar, PT SIA akan membidik segmen pasar yang berbeda, sehingga tidak berkompetisi secara frontal dengan Semen Padang sebagai pabrik semen yang sudah lama bermain di pasar konstruksi di Minangkabau. “Dengan berproduksinya, PT SIA Laweung, maka krisis semen seperti sekarang ini akan teratasi,” ujar Marjoni.

Redpel Prohaba, Nurdinsyam mengatakan, dengan dibangunnya pabrik PT SIA diharapkan mampu mengatasi kelangkaan semen di Aceh. Ia berharap, seluruh komponen masyarakat mendukung proses pembangunan pabrik semen di kawasan Laweung itu.

Semen Padang jamin
Manajemen PT Semen Padang memberikan jaminan bahwa pasokan dan pendistribusian semen ke Aceh, berjalan lancar. Bahkan untuk mengatasi krisis pasar, Semen Padang sudah memberangkatkan dua kapal berkapasitas 12.000 ton dari total rencana kurang lebih 60 ribu ton pada Agustus 2017 dari Teluk Bayur, Sumatera Barat.

“Stok dan pasokan Semen Padang di Aceh dalam kondisi aman dan lancar,” kata Kepala Departemen Penjualan PT Semen Padang, Benas Azhari, saat dihubungi Serambi, Jumat (10/8).

“Kami siap melayani kebutuhan masyarakat Aceh dan sekitarnya, karena sejauh ini kami tidak memiliki kendala dalam pasokan semen ke Aceh, dan termasuk pasar prioritas Semen Padang,” demikian Benas Azhari. (c43/min/awi/muh) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id