Pembunuh Pria Jakarta Dituntut 10 Tahun | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pembunuh Pria Jakarta Dituntut 10 Tahun

Pembunuh Pria Jakarta Dituntut 10 Tahun
Foto Pembunuh Pria Jakarta Dituntut 10 Tahun

BANDA ACEH – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Besar, menuntut Dedi Ilman Driskan dan Henni Muspita masing-masing 10 tahun penjara. Keduanya dinyatakan terbukti membunuh Idman Qadir, pria asal Jakarta dengan cara membacok dengan parang di Perumahan KRCS, Desa Kayee Lheu, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, 29 September 2016.

Tuntutan itu dibacakan JPU Agus Kelana Putra SH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jantho pada Kamis (3/8). Kedua terdakwa diancam Pasal 340 junto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana. Mereka dinyatakan terbukti secara bersama-sama telah menghilangkan nyawa orang lain yang dilakukan secara berencana.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa I, Dedi Ilman Driskan Bin Rusdi dan terdakwa II, Henni Muspita Bin Muslim masing-masing selama 10 tahun dikurangi selama mereka berada dalam tahanan,” baca Agus di depan majelis hakim yang diketuai Mustabsyirah SH MH dibantu hakim anggota, Andriyansyah SH dan Saptika Handhini SH.

Dalam salinan berkas tuntutan, JPU Agus menjelaskan, pada 29 September 2016 sekira pukul 19.00 WIB, Dedi mengajak sepupunya Henni yang baru selsesai minum tuak pergi ke rumahnya di Perumahan KRCS, Desa Kayee Lheu dengan membawa dua bilah parang. Sesampai di depan rumahnya, Dedi dihadang Susi, istrinya dan melarang masuk ke dalam rumah.

Namun saat itu Dedi melihat korban Idman Qadir mengintip dari jendela kamar. Susi tetap tidak mengizinkan masuk, hingga Dedi marah dan melompati pintu pagar untuk masuk ke rumah dengan diikuti Henni. Karena pintu terkunci, Dedi pun memecahkan kaca jendela depan.

Dedi yang marah langsung menuju kamar tempat korban Idman Qadir bersembunyi. Ia dibantu Henni beberapa kali mendobrak pintu kamar yang terkunci hingga berhasil masuk. Dedi langsung mengayunkan parang ke arah Idman Qadir dan korban menahannya dengan kedua tangan sehingga melukainya.

Menurut JPU, saat itu korban sempat melarikan diri ke arah persimpangan jalan yang tidak jauh dari rumah tersebut. Dedi bersama Henni terus mengejar, ketika sudah berdekatan korban langsung dibacok ke bagian kepala dan belakang sebanyak delapan kali. Dalam sempoyongan, korban masih sanggup berlari hingga akhirnya terjatuh dan tewas.(mas) (uri/ilviana/ebriyani/SF)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id