Ratusan Guru belum Terima Sertifikasi | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Ratusan Guru belum Terima Sertifikasi

Ratusan Guru belum Terima Sertifikasi
Foto Ratusan Guru belum Terima Sertifikasi

BANDA ACEH – Sebanyak 795 guru PNS SMA/SMK se-Aceh yang sudah bersertifikat sertifikasi, hingga kini belum menerima tunjangan sertifikasi mereka. Salah satu penyebabnya karena pengisian data pokok pendidikan mereka tak linier atau tak sesuai kode sertifikat mata pelajaran sertifikasi.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Laisani MM melalui Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Pendidikan Disdik Aceh, Drs Darmansyah menyampaikan hal ini ketika menjawab Serambi, Jumat (11/8). “Karena data pokok pendidikan dengan sertifikat mata pelajaran berbeda, maka tunjangan profesional guru sebulan gaji pokok, belum bisa dibayar kepada guru bersangkutan,” kata Darmansyah.

Darmansyah menyebutkan sesuai laporan Kepala Seksi yang menangani proses pembayaran dana sertifikasi guru, Rahadian SE, jumlah guru SMA/SMK yang sudah bersertifikat sertifikasi di Aceh sekitar 7.920 orang. Dari jumlah itu, setelah diverifikasi yang berhak menerima dana sertifikasi 2017 sebanyak 7.125 orang atau 795 guru di antaranya belum berhak menerima karena belum memenuhi syarat.

Begitu pun, kata Darmansyah untuk triwulan I (Januari-Maret 2017), dana sertifikasi yang sudah disalur bukan untuk 7.125 guru, melainkan baru 7.013 guru (98,4) yang sudah terima tunjangan ini dengan total nilai Rp 67,9 miliar.

“Sisanya 1,6 persen atau 112 orang lagi, tunjangan sertifikasi mereka belum bisa disalurkan karena yang bersangkutan belum menyerahkan surat pernyataan kesanggupan mempertanggungjawabkan dana tunjangan profesi guru kwartal I Semester I tahun 2017 yang telah ditanda tangani di atas materai Rp 6.000,” jelas Darmansyah.

Namun, menurut Darmansyah ada juga yang sudah membuat surat pernyataan tersebut dan mengirimkannya ke Disdik Aceh, tetapi dalam penandatanganan ia lupa membubuhkan materai Rp 6.000, sehingga dana sertifikasinya belum bisa dikirim dan guru yang bersangkutan harus membuat ulang yang benar.

Kepada guru yang masuk dalam kelompok 112 orang tersebut, Rahadian mengimbau agar mereka segera mengonfirmasi ke bagian penanganan tunjangan profesional guru di Kantor Disdik Aceh, Senin-Jumat saat jam kerja.

Menurut Rahadian pemerintah membuat program sertifikasi untuk guru yang telah mendapat sertifikat dan diwajibkan mengajar 24 jam per minggu. Tunjangan sertifikasi ini untuk kesejahteraan guru, namun diharapkan mutu pendidikan lebih bagus. (her)

Jatah April-Juni
Sedang Proses
Sedangkan untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru SMA/SMK se-Aceh kwartal II (April-Juni 2017), menurut Rahadian sedang proses. Persyaratan yang harus dilaporkan Kepala Sekolah dan Guru, sama seperti persyaratan penyaluran kwartal I semester I. Prosesnya akan lebih cepat karena persyaratannya sudah lengkap.

Menurut Kadisdik Aceh, Laisani dengan adanya tunjangan sertifikasi ini, semangat guru mengajar lebih tinggi dan itu akan memberikan dampak positif bagi siswa, sehingga mutu lulusan di Aceh tahun depan bisa meningkat, seperti mutu kompetensi guru dari 32 naik menjadi 23. “Ini dampak dari program sertifikasi. Kalau tahun ini rangking kelulusan siswa/siswi SMA dan SMK di Aceh masih berkisar 30-an, tahun depan bisa naik menjadi rangking 20 atau 15 nasional,” harap Laisani. (her) (uri/syrafi/orat/AG)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id