Pijay Kembangkan 1.000 Ha Jagung | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pijay Kembangkan 1.000 Ha Jagung

Pijay Kembangkan 1.000 Ha Jagung
Foto Pijay Kembangkan 1.000 Ha Jagung

MEUREUDU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie Jaya mengembangkan tanaman jagung pada areal lahan seluas 1.000 Ha di sembilan gampong dalam Kecamatan Bandar Dua.

Kepala Distanpang Pijay, drh Muzakkir Muhammad kepada Serambi, Jumat (11/8) mengatakan, pengembangan jagung pada lahan 1.000 Ha ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain komoditi padi dan kedelai.”Khusus pengembangan tanaman jagung, kita fokuskan pengembangan di sembilan gampong di Kecamatan Bandar Dua dengan luas areal 1.000 Ha,” jelasnya.

Kesembilan gampong yang menjadi sasaran pengembangan jagung tersebut yaitu, Gampong Drien Bungoeng, Blang Miroe, Beurasan, Cot Keeng, Kumba, Jeulanga Mesjid, Jeulanga Barat, Paya Pisang Klat, dan Gampong Lhok Pusong.

Selama ini animo warga sangat tinggi untuk pengembangan jagung. Tidak hanya di areal persawahan saja. Warga juga telah menyebar ke areal perbukitan (gunung). Jika memiliki kemampuan dana, program ini akan terus dikembangkan atau ditularkan kepada kecamatan lain. “Sebagai langkah awal, Distanpang komit menjadikan Kecamatan Bandar Dua sebagai sentra penghasil jagung,”jelasnya.

Hasil pendapatan yang diperoleh petani jagung sangatlah besar. Sesuai data hasil panen yang diperoleh selama ini dengan hasil tes ubinan mencapai 10 sampai 12 ton/Ha dengan harga jual Rp 3.500/Kg atau setiap Ha memperoleh hasil Rp 35 juta. Sementara biaya produksi yang diperlukan lebih murah yaitu berkisar antara Rp 10 juta dalam setiap Ha. Dengan demikian, setiap Ha rata-rata petani memperoleh keuntungan Rp 25 juta.

Dengan Jumlah keuntungan sedemikian rupa, masyarakat di Bandar Dua jauh lebih bersemangat melakukan pengembangan jagung. Kata Muzakkir, tanpa diajak mereka telah termotivasi sangat besar untuk melakukan program ini. “Apalagi komoditi jagung ini dijadikan sebagai pakan ternak dengan kebutuhan daya tampung jauh lebih pasar di pasaran. Produksi sebesar apa pun tetap tertampung,” tuturnya.(c43) (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id