Pantai Tercemar Batubara Ditutup | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pantai Tercemar Batubara Ditutup

Pantai Tercemar Batubara Ditutup
Foto Pantai Tercemar Batubara Ditutup

MEULABOH – Pemerintah Desa Suak Indrapuri Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, Jumat (11/8) menutup pantai dan laut di kawasan itu yang tercemar batubara karena khawatir berdampak pada kesehatan warga.

“Lokasi ini sementara waktu ditutup sebagai lokasi pemandian karena kita khawatir terhadap kesehatan warga,” kata Keuchik Suak Indrapuri Rosni Fianti Mala kepada wartawan kemarin. Ia bersama aparat desa turut menyaksikan pembersihan yang dilakukan petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat di bibir pantai.

“Sejauh ini yang mulai membersihkan baru petugas kebersihan. Kalau masyarakat rutin setiap pekan. Kami meminta Mifa dan PLTU ikut bertanggung jawab,” kata Rosni. Sementara itu pengurus Partai Nasional Aceh (PNA) Aceh Barat kemarin pagi ikut turun ke lokasi pencemaran mengambil sampel di pantai dan laut Suak Indrapuri, Meulaboh.

“Kami meminta pihak perusahaan yang mencemari segera melakukan pembersihan,” kata pengurus PNA Irfandi kepada wartawan. Sementara itu sejumlah warga yang menetap di Desa Peunaga Cut Ujong Kecamatan Meureubo, Aceh Barat juga merasakan dampak dari lokasi penumpukan/pelabuhan batubara milik PT Mifa Bersaudara. Debu tersebut terbang karena ditiup angin.

“Kondisi debu batubara yang menempel di rumah kami sudah berlangsung hampir empat tahun,” ujar Aisah, warga Peunaga Cut Ujong. Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Mifa Bersaudara Adi Risfandi dalam keterangan pers pada Rabu (9/8) lalu mengatakan pihak Mifa tengah berupaya menyempurnakan bangunan tembok serta sejumlah fasilitas lain untuk menghambat debu terbang ke rumah warga sekitar pelabuhan.

Turunkan Tim
Sikapi Debu
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Barat Adi Yunanda kepada Serambi kemarin mengatakan pihaknya sudah mendapat kabar bahwa ada dugaan pencemaran debu batubara ke kawasan rumah warga di Peunaga Cut Ujong. “Tim dari dinas akan menemui penduduk. Nanti segera disikapi setelah tim melihat kondisi di lokasi,” kata Adi.

Ia juga menyebutkan pembersihan pantai dan laut dari tumpahan batubara di Suak Indrapuri masih terus dilakukan selama tiga hari. Ia berharap pihak Mifa dan PLTU juga turun tangan membersihkan. “Mereka menyatakan akan turun. Kita berharap segera,” tegas Adi.(riz) (uri/ilati/sra/MU)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id