Pengalaman Menarik di Ho Chi Minh City | Aceh Uri.co.id

Aceh Uri.co.id

Menu

Pengalaman Menarik di Ho Chi Minh City

Pengalaman Menarik di Ho Chi Minh City
Foto Pengalaman Menarik di Ho Chi Minh City

NURMANSYAH SPd, Peserta 8th International Conference on TESOL Seameo Retrac, melaporkan dari Ho Chi Minh City, Vietnam

TERPILIH sebagai salah satu peserta dalam Program Conference on TESOL” ELT” 2017 ini merupakan kebahagiaan bagi saya. Program ini terselenggara atas kerja sama Organisasi Menteri Pendidikan Se-Asia Tenggara dengan Universitas Curtin, Australia, melalui Pusat Pelatihan Regional Ho Chi Minh City, Vietnam. Programnya tujuh workshop 23 presentasi kertas di pusat training regional.

Program ini sangat menarik karena melibatkan perwakilan dari sepuluh negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos FDR, Thailand, Kamboja, Myanmar, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Tujuan utama program ini adalah untuk pengajaran bahasa Inggris dan persatuan antarnegara ASEAN. Peserta pelatihan terdiri atas dua kelompok besar: dosen/guru bahasa Inggris dan diplomat/pejabat dari negara-negara ASEAN. Program ini fokus pada pengayaan bahasa Inggris dan peningkatan keahlian menggunakan bahasa Inggris untuk guru maupun diplomat.

Khusus bagi dosen/guru bahasa Inggris, program ini menekankan pada penggunaan strategi pembelajaran yang dinamis, penerapan metode mengajar yang menarik, penekanan pada pentingnya penelitian tindakan kelas (action research), dan pemahaman antarbudaya dan latar belakang yang berbeda (cross-cultural understanding), baik sesama negara-negara ASEAN, maupun pada level internasional, di samping peningkatan keahlian dosen/guru bahasa Inggris dalam menerapkan teknologi dan informasi ICT (Integrated Computer Technology) ke dalam proses belajar-mengajar.

Sedangkan bagi diplomat/pejabat, program ini lebih fokus pada peningkatan keahlian berkomunikasi, baik di level nasional maupun internasional, penguatan pengetahuan dan keahlian di bidang kepemimpinan serta pemahaman antarbudaya dan latar belakang yang berbeda, baik antarnegara ASEAN maupun internasional.

Sekilas Ho Chi Minh
Pendatang baru ke kota ini perlu tahu tentang transportasi jenis Xe om (Mototaxi). Ini adalah bentuk transportasi yang paling umum. Xe om menyediakan transportasi lebih cepat saat macet. Banyak pengemudi Xe om berbicara bahasa Inggris dasar. Tarif harus dinegosiasikan sebelum perjalanan dimulai atau dilanjutkan. Bersiaplah untuk perjalanan petualang karena keselamatan bukanlah perhatian utama kebanyakan driver Xe om.

Ada juga Cyclos, pilihan yang lambat, tapi aman. Sebagian besar pengemudi Cyclos tak bisa berbahasa Inggris. Maka, negosiasikan ongkos sebelum Anda melanjutkan. Karena jarak tempuhnya yang jauh. Naik bus umum yang beroperasi di Kota Ho Chi Minh City yang menuju ke venue forum adalah 44, 03, dan 19 bagi yang suka naik bus.

Harapan saya, semoga orang lain dari Indonesia dan Provinsi Aceh tidak mengalami kesulitan dalam perjalanan bila sendirian. Bertanyalah kepada petugas di bandara. Sayangnya, tidak semua petugas bisa berbahasa Inggris. Sebagian mereka hanya menunjukkan arah dan berbicara dalam bahasa Vietnam.

Dalam hal makanan, pengunjung muslim akan sangat kesulitan di Vietnam ini untuk mendapatkan makanan halal. Di tempat acara pun patut kita ragukan kehalalan makanan yang disajikan, kecuali buah-buahan dan telur.

Dari sisi cita rasa, makanan di Vietnam ini jauh sekali dari cita rasa masakan kita di Aceh. Masakah Aceh lebih maknyus, sehingga bule pun suka. Sejauh amatan saya, di Vietnam ini hanya pendatang nonmuslim yang banyak merasa senang dengan jamuan khas Ho Chi Minh City.

Selama di Ho Chi Minh City, para peserta Konferensi on TESOL 2017, baik dari dosen/guru maupun diplomat/pejabat, mengikuti training peningkatan pengetahuan dan keahlian masing-masing. Pembelajaran untuk guru pengajaran bahasa Inggris dalam proses belajar-mengajar. Pembelajaran untuk diplomat/pejabat lebih dititikberatkan pada kemampuan berbahasa Inggris yang komunikatif dan penggunaan media dan informasi untuk mendukung kinerja profesionalitas mereka baik di tingkat ASEAN, maupun internasional.

Program ini membawa dampak yang luar biasa bagi saya dan peserta lainnya. Mudah-mudahan ilmu yang saya dapatkan dan partisipan lainnya dapatkan bisa kami terapkan, sehingga membawa dampak peningkatan baik individu, institusi, maupun pemerintahan atau negara ke arah yang lebih baik demi terwujudnya mayarakat ASEAN yang bersatu, dinamis, maju, dan sejahtera.

* Bila Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas Anda ke email: [email protected] (uri/evo/stuti/RA)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Aceh Uri.co.id